Trending

Singgung Samin Surosentiko Asal Blora Jadi Tokoh Pahlawan Nasional, Kemendikbudristek: Kami Sedang Jajaki

Advertisement

MEMANGGIL.CO – Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek RI, Sjamsul Hadi menegaskan, bahwa pihaknya sedang menjajaki tentang ketokohan Samin Surosentiko. Hal ini dilakukan sebelum tokoh asal Kabupaten Blora itu diusulkan sebagai tokoh pahlawan nasional.

Penegasan yang disampaikan ini menjawab adanya lontaran pertanyaan awak media seusai acara sarasehan ajaran sedulur sikep yang digelar di Pendopo Bupati Blora pada Selasa, 9 Juli 2024.

“Ini kami sedang jajaki melalui para peneliti, para akademisi. Untuk kedepannya pada pengaju atau yang mengusulkan itu sebaiknya dari komunitas dan juga dari pemerintah daerah untuk mendapatkan penghargaan bagi Mbah Samin,” jawabnya saat didoorstop sejumlah wartawan, ditulis Memanggil.co, Rabu (10/7/2024).

Dikatakan Sjamsul Hadi, pihaknya belum bisa menjawab layak atau tidaknya Samin Surosentiko mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan nasional. Alasannya, karena perlu adanya kajian-kajian terlebih dahulu untuk mendukung.

Baca Juga:   Pemkab Blora Bikin Tim Penyelesaian Kasus Dugaan Asusila Kades Sendangharjo, Ini Dasar dan Langkahnya

“Pada intinya kami dari Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, mendukung upaya-upaya pengusulan maestro atau budayawan dan juga yang aktif dalam upaya-upaya percepatan pembangunan kebudayaan,” katanya.

Ada Sarasehan Ajaran Sedulur Sikep Tak Dihadiri Disdik Blora

Sebelumnya dalam kesempatan ini, Sjamsul Hadi mendorong adanya penerapan ajaran Samin Surosentiko dalam pendidikan sekolah formal. Kemudian, mengarahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora agar menggandeng para budayawan dan juga akademisi.

Yaitu, untuk yang sudah melakukan riset tentang sedulur sikep ajaran Samin Surosentiko supaya dikemas kisi-kisinya.

“Disesuaikan dalam kurikulum merdeka, karena kita belajar ini tidak harus di sekolah, belajar laku juga,” ujarnya.

Baca Juga:   Pemkab Blora Konferensi Pers Soal Kasus Kades Sendangharjo, Ungkap Fakta-fakta Ini

Dengan pengenalan kearifan lokal yang ada, lanjut Sjamsul Hadi, masyarakat melalui generasi muda dan generasi sekolah taunya tidak hanya pakaian adat sedulur sikep saja, namun dari sisi pengetahuan kearifan lokalnya bisa didalami dan dipelajari.

“Nanti dibalut di kurikulum merdeka. Karena yang untuk muatan lokal ini diserahkan ke masing-masing pemerintah daerah. Karena tiap-tiap pemerintah daerah memiliki prioritas sesuai karakteristik budayanya wilayah tiap-tiap kabupaten/kota,” terangnya.

Lantas, apakah tahun ajaran baru ini muatan lokal ajaran Samin Surosentiko sudah bisa diterapkan dalam pendidikan sekolah formal?

“Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Blora melalui dinas pendidikan untuk segera, kalau tahun ajaran ini saya belum tahu persis, karena dari perwakilan dinas pendidikan belum hadir,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *