Surabaya, MEMANGGIL.CO - Tidak hanya mengirim bantuan boneka dan pembalut, Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menerjunkan 11 mahasiswa lintas jurusan untuk memulihkan trauma pasca gempa di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) itu dilepas Wakil Rektor Umsura Radius Setiyawan di Gedung At Tauhid Tower, Rabu (30/09/2026), untuk mengabdi selama satu bulan di lokasi bencana.
"Kami melepas relawan untuk melakukan pengabdian masyarakat di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Ende. Ada 11 mahasiswa yang kami berangkatkan dengan total waktu satu bulan," terang Radius.
Yang menarik, tim ini bukan relawan biasa. Mereka adalah mahasiswa terlatih dari berbagai disiplin ilmu: S1 Keperawatan, Profesi Dokter, Kebidanan, Pendidikan Matematika, Perbankan Syariah, hingga Studi Agama-Agama.
"Mahasiswa yang kami kirim dari berbagai jurusan, mulai kedokteran, pendidikan, bidan, keperawatan hingga studi agama-agama. Mereka juga didampingi dosen-dosen yang memiliki kepakaran di bidang penanganan bencana," imbuhnya.
Fokus mereka bukan hanya fisik, tapi pemulihan psikologis anak-anak, penguatan literasi, dan pemulihan fasilitas pendidikan. Program ini dikoordinasikan dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Salah satu relawan, Junaidi Mustafa, mahasiswa S1 Pendidikan Matematika asal NTT, mengaku haru bisa pulang kampung sebagai relawan.
"Saya senang bisa lolos dalam program ini. Bisa terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan di tanah kelahiran tentu menjadi pengalaman yang berarti bagi saya," katanya.
Bagi penerima KIP-K itu, ini adalah bentuk balas budi atas pembebasan biaya kuliah yang diterimanya.
"Ini bukan kali pertama Umsura menerjunkan mahasiswa ke lokasi bencana. Mahasiswa yang telah lolos seleksi program ini akan dikonversikan SKS-nya sehingga mereka tidak perlu mengikuti KKN lagi," ujar Radius.
Selain relawan, Lazismu Umsura juga menyerahkan bantuan dana Rp 49.592.971 untuk korban.
Sebelumnya, 3.000 mahasiswa baru Umsura dalam kegiatan MOX 2026 juga telah mengumpulkan bantuan boneka, pembalut dan popok untuk perempuan dan anak korban gempa Ende.
Editor : Abdul Rohman