Rembang, MEMANGGIL.CO - Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, berlangsung selama sekitar 10 jam. Di tengah upaya menjinakkan api di area tumpukan sampah seluas kurang lebih satu hektare, dua petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Rembang mengalami luka.
Salah satu petugas mengalami luka bakar pada bagian kaki setelah api menembus sepatu yang digunakan saat bertugas. Sementara seorang petugas lainnya terluka setelah terkena pecahan kaca ketika berada di lokasi kebakaran.
Petugas PMI yang ikut menangani kondisi personel Damkar, Taufik, mengatakan petugas bernama Yusuf mengalami luka bakar ketika api masuk melalui sepatu. Kondisi tersebut kemudian langsung mendapat penanganan di lokasi.
“Api masuk ke sepatu, tapi sudah tertangani. Sepatunya tadi katanya sampai bolong,” kata Taufik.
Pertolongan pertama diberikan dengan mendinginkan bagian kaki yang mengalami luka bakar menggunakan air. Setelah itu, luka dibalut untuk melindunginya dari debu selama proses penanganan di lokasi.
“Penanganannya, luka bakar diguyur dengan air supaya tidak melepuh. Setelah itu saya balut agar tidak terkena debu,” ujarnya.
Cedera yang dialami personel tersebut kembali menyoroti perlengkapan keselamatan yang digunakan petugas Damkar Rembang. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Rembang, Erwin Rahadyan, mengakui ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi personel masih terbatas.
Menurut Erwin, pihaknya pernah memperoleh lima unit APD pada 2023. Namun, seluruh perlengkapan tersebut kini sudah digunakan sehingga kebutuhan perlindungan personel masih menjadi persoalan.
“Tahun 2023, ada APD 5 buah, itu pun sudah terpakai. Untuk masker, teman-teman ada yang pakai, ada yang tidak. Yang pakai itu ya beli sendiri,” ungkap Erwin.
Persoalan perlengkapan tidak hanya berkaitan dengan masker dan APD. Sepatu pelindung yang menjadi salah satu perlengkapan penting saat menghadapi api juga disebut sudah cukup lama tidak mendapatkan pengadaan baru.
“Sepatu sudah bertahun-tahun nggak pernah pengadaan. Jadi tadi ada dua personel yang kakinya terluka, semoga ke depan ada perhatian,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi di TPA Landoh membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Tumpukan sampah yang mudah terbakar membuat api dapat menjalar ke bagian lain dan menyulitkan petugas ketika melakukan penyekatan.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Banyaknya material sampah yang menumpuk juga membuat sumber api berpotensi muncul kembali meski bagian permukaan telah berhasil dipadamkan.
Petugas harus melakukan pemadaman secara bertahap sekaligus memastikan bara api tidak kembali menyala di dalam tumpukan sampah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan kebakaran berlangsung hingga sekitar 10 jam.
Peristiwa di TPA Landoh akhirnya tidak hanya menyisakan persoalan kebakaran. Dua personel Damkar yang mengalami luka juga menjadi gambaran risiko yang dihadapi petugas ketika harus bekerja di tengah medan penuh material mudah terbakar.
Di saat petugas berjibaku mengendalikan api agar tidak semakin meluas, perlengkapan keselamatan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemadaman.
Ketersediaan APD dan perlengkapan pelindung menjadi perhatian yang disampaikan pihak Damkar setelah dua personelnya mengalami cedera dalam penanganan kebakaran tersebut.
Editor : Redaksi