Tuban, MEMANGGIL.CO – Suara mesin truk tangki perlahan terdengar di tengah suasana kampung yang masih diselimuti panas. Kendaraan itu membawa satu kebutuhan yang belakangan menjadi begitu berharga bagi sebagian warga yakni air bersih.
Bukan sekadar air yang diangkut. Di dalam tangki-tangki tersebut, ada harapan warga yang mulai kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Jabat Wakapolresta Tuban, Harta Tanah dan Bangunan AKBP Windy Syafutra Tembus Rp3,5 Miliar
Ketika sumur-sumur mulai mengering dan sumber air semakin terbatas, relawan PCNU Tuban kembali bergerak.
Puluhan ribu liter air bersih dikirim ke wilayah yang membutuhkan, Sabtu (3/10/2026).
Kali ini, Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Kecamatan Senori, dan Desa Sokogunung, Kecamatan Kenduruan, menjadi sasaran penyaluran.
Bagi masyarakat yang masih memiliki akses air, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi warga yang harus berhadapan dengan sumur yang debitnya semakin menipis, kedatangan truk tangki menjadi penanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musim kemarau.
Air kemudian ditampung untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari memasak, mencuci, mandi, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.
Aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan. Sepekan sebelumnya, relawan yang tergabung dalam Tim Respons Cepat (TRC) PCNU Tuban telah bergerak ke sejumlah lokasi.
Bantuan air bersih disalurkan ke Pondok Pesantren Al Muhibbin, Kecamatan Kenduruan, Desa Sokogunung, serta sejumlah wilayah di Kecamatan Jatirogo.
Pergerakan relawan pun belum berhenti. “Besok (Minggu) kita juga berencana melanjutkan penyaluran ke Singgahan dan Senori. Kalau armada memungkinkan, juga akan kita bawa ke Parengan,” jelas Mujiono, salah satu relawan TRC PCNU Tuban.
Di tengah keterbatasan armada dan luasnya wilayah yang membutuhkan, relawan berupaya menyesuaikan penyaluran berdasarkan kondisi di lapangan.
Gerakan ini dilakukan PCNU Tuban melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Tuban.
Sejumlah relawan gabungan juga ikut turun tangan. Mereka secara sukarela membantu proses distribusi selama Sabtu hingga Minggu (3–4/10/2026).
Bagi mereka, yang terpenting adalah memastikan air yang sudah dibawa dapat sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Bukan Sekadar Mengantar Air
Ketua LPBINU PCNU Tuban, Muhammad Humam, mengatakan pengerahan relawan kembali dilakukan karena kebutuhan air bersih masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Baca juga: Persoalan Stabilitas Harga, Ketua Tim Satgas Pangan Polri Jatim Turun ke Tuban
“Tim kembali kami kerahkan untuk membantu masyarakat yang masih membutuhkan air bersih. Ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk meringankan beban warga yang terdampak kekeringan,” kata Humam.
Menurutnya, musim kemarau membuat sebagian sumber air masyarakat mengalami keterbatasan. Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Karena itu, LPBINU terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lapangan untuk mengetahui wilayah yang membutuhkan bantuan.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat di lapangan. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan berupaya membantu sesuai kemampuan,” ujarnya.
Bantuan tersebut memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kekeringan. Namun setidaknya, air yang datang dapat menjadi penyangga bagi warga untuk melewati hari-hari ketika sumber air semakin sulit ditemukan.
Humam juga mengapresiasi para relawan gabungan yang ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Terima kasih kepada para relawan yang ikut membantu. Semangat gotong royong seperti ini sangat penting dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” katanya.
Dari Donasi Menjadi Air Bersih
Baca juga: Setetes Air di Tengah Kemarau Panjang Jadi Harapan Warga Pegunungan Tuban
Di balik setiap liter air yang disalurkan, terdapat dukungan masyarakat yang ikut menguatkan gerakan kemanusiaan tersebut.
Ketua Lazisnu Tuban, Joko Hadi Purnomo, mengatakan penggalangan donasi dilakukan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam membantu warga yang terdampak bencana maupun kekeringan.
Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk untuk pemenuhan air bersih dan bantuan kemanusiaan lainnya.
“Lazisnu Tuban mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Setiap donasi, berapa pun nilainya, sangat berarti bagi penerima manfaat,” ujar Joko.
Bagi penerima manfaat, nilai bantuan bukan semata-mata diukur dari jumlah liter air yang diterima.
Ada kebutuhan keluarga yang terbantu. Ada aktivitas sehari-hari yang kembali berjalan. Ada pula rasa lega karena kebutuhan paling mendasar dapat terpenuhi, meski untuk sementara.
Joko menilai dukungan masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan aksi kemanusiaan.
Sebab, persoalan kekeringan tidak selalu selesai dalam satu kali penyaluran. Selama sumber air belum kembali normal, kebutuhan warga akan tetap ada.
Editor : Abdul Rohman