Bojonegoro, MEMANGGIL.CO - Dua nama yang memiliki keterkaitan kuat dengan Kabupaten Bojonegoro kembali mengalami perubahan posisi di pemerintahan pusat. Pratikno dan Hanif Faisol Nurofiq kini tidak lagi menduduki kursi menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Perubahan posisi tersebut menjadi sorotan karena keduanya sama-sama memiliki rekam jejak sebagai pejabat setingkat menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pratikno sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Dalam perubahan terbaru, posisi tersebut ditempati Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri.
Namun, berakhirnya jabatan Pratikno sebagai Menko PMK tidak berarti dirinya keluar dari pemerintahan. Pratikno justru mendapat posisi baru sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Pratikno dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Wantimpres pada Jumat, 2 Oktober 2026, bersama sejumlah tokoh nasional lainnya.
Dalam posisi barunya, Pratikno mengatakan Wantimpres memiliki tugas memberikan saran, masukan dan pertimbangan kepada Presiden.
“Saya masih tetap bekerja. Membaktikan diri, menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk bangsa dan negara,” kata Pratikno, dikutip Minggu (4/10/2026).
Pratikno merupakan putra Bojonegoro yang berasal dari Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. Sebelum masuk pemerintahan pusat, ia dikenal sebagai akademisi dan pernah menjabat Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM).
Karier pemerintahan Pratikno kemudian semakin panjang setelah dipercaya menjadi Menteri Sekretaris Negara selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pada awal pemerintahan Prabowo-Gibran, ia kembali dipercaya sebagai Menko PMK.
Sementara itu, nama kedua adalah Hanif Faisol Nurofiq, putra Bojonegoro asal Kelurahan Mojokampung. Hanif sebelumnya dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Hanif kemudian tidak lagi menduduki kursi Menteri Lingkungan Hidup setelah Presiden Prabowo melakukan pergantian pada April 2026. Mohammad Jumhur Hidayat dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggantikan Hanif.
Meski demikian, Hanif tetap berada di pemerintahan pusat. Pada 27 April 2026, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pelantikan tersebut dilakukan di Istana Negara Jakarta.
Dengan demikian, dua putra Bojonegoro tersebut sama-sama mengalami pergeseran posisi dari kursi menteri, tetapi tetap mendapat tugas di pemerintahan nasional.
Pratikno kini berada di lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden, sedangkan Hanif menjalankan tugas sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Bagi Bojonegoro, perubahan posisi tersebut kembali menempatkan dua nama asal daerah tersebut dalam perhatian publik. Keduanya masih memiliki peran di level pemerintahan pusat meski tidak lagi memegang jabatan menteri.
Editor : Redaksi