Blora, MEMANGGIL.CO - Angka kebakaran di Kabupaten Blora berubah drastis ketika memasuki pertengahan 2026. Jika Januari hingga Juni hanya mencatat 43 kejadian, maka Juli sampai September jumlahnya melonjak menjadi 159 kejadian.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu fakta paling mencolok dari data Damkar Satpol PP Kabupaten Blora. Dalam tiga bulan, jumlah kebakaran bahkan mencapai sekitar 73 persen dari total 217 kejadian hingga 6 Oktober.
“Dari Januari sampai Juni ada 43 kejadian. Kemudian Juli sampai September mencapai 159 kejadian,” kata Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Blora Hariyanto Purnomo, ditulis Rabu (7/10/2026).
Juli mencatat 44 kejadian, Agustus 47 kejadian dan September 68 kejadian. Oktober kemudian menambah 15 kejadian hingga tanggal 6.
Kenaikan tersebut beriringan dengan periode kemarau ketika kondisi lingkungan menjadi lebih kering. Rumput, semak, bambu dan material lainnya lebih mudah terbakar.
“Pada kondisi kering, api bisa cepat menjalar. Masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Data tersebut menjadi peringatan agar aktivitas yang menggunakan api tidak dilakukan sembarangan. Pembakaran sampah harus diawasi dan sumber api tidak boleh ditinggalkan.
“Api yang kecil jangan dianggap sepele,” tegas Hariyanto.
Editor : Ahmad Adirin