Pemuda Pancasila Desak Polresta Tuban Usut Tuntas Kematian Pengemudi Usai Periksa di Puskesmas

Reporter : Redaksi
Ilustrasi kematian. (Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) mendesak Polresta Tuban mengusut tuntas kasus meninggalnya YAC (52), pengemudi asal Kabupaten Banyuwangi, yang ditemukan meninggal dunia setelah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Plumpang, Kabupaten Tuban.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Tuban, Mukaffi Makki atau yang akrab disapa Gus Kaffi. 

Baca juga: Kematian Pengemudi Usai Periksa di Puskesmas Plumpang, 12 Pertanyaan Konfirmasi Dinkes Tuban Belum Terjawab

Ia menyayangkan kejadian tersebut dan meminta agar seluruh rangkaian peristiwa diungkap secara transparan, terutama untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan kelalaian dalam penanganan pasien.

"Kami mendesak Polresta Tuban mengusut tuntas meninggalnya pasien setelah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Plumpang," ungkap Gus Kaffi, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, pengungkapan kasus ini penting agar masyarakat memperoleh kejelasan berdasarkan fakta, bukan berkembangnya spekulasi mengenai penyebab kematian korban maupun proses pelayanan kesehatan yang diterimanya.

Ia menegaskan, apabila ditemukan dugaan pelanggaran atau kelalaian dalam penanganan pasien, hal tersebut harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami ingin persoalan ini dibuka secara terang benderang. Harus diketahui apakah ada atau tidak dugaan pelanggaran dalam penanganan pasien di Puskesmas Plumpang. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui fakta yang sebenarnya," tegasnya.

Evaluasi Pelayanan Kesehatan 

Gus Kaffi menilai peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Tuban.

Menurutnya, profesionalisme tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat perlu terus dijaga.

"Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi profesionalisme dunia kesehatan yang ada di Kabupaten Tuban," tambahnya.

Selain mendesak kepolisian melakukan pengusutan, Gus Kaffi juga meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penanganan pasien di seluruh puskesmas.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar dan kondisi pasien mendapatkan perhatian yang semestinya.

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," ujarnya.

Dinkes Tuban Sebut Penanganan Sesuai Prosedur

Baca juga: Pulang dari Puskesmas, Pengemudi Ditemukan Tak Bernyawa di Ruang PT Merak Jaya Benton Tuban

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, Roikan, saat dikonfirmasi mengenai penanganan pasien tersebut menyatakan bahwa proses pemeriksaan telah dilakukan sesuai prosedur.

"Sudah sesuai prosedur yang ada, yaitu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menegaskan diagnosis penyakit yang diderita," ungkap Roikan.

Sempat Mengeluh Sesak Napas dan Sakit Dada

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, YAC merupakan warga Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Ia ditemukan meninggal dunia di ruang atas gudang PT Merak Jaya Benton, Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.

Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU M Iksan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban mengeluhkan sesak napas kepada seorang rekannya.

"Saksi kemudian membawa korban ke Puskesmas Plumpang, Tuban," jelas IPTU Iksan.

Baca juga: Enam Dapur MBG Kena Sanksi BGN, Korwil SPPG Tuban Terkesan Cuci Tangan

Setibanya di puskesmas, korban diarahkan ke poli umum untuk menjalani pemeriksaan dokter. Saat itu, korban mengeluhkan sakit pada bagian dada sebelah kiri. Selain itu, kulit dan mata korban juga terlihat menguning.

Petugas kemudian mengarahkan korban menjalani pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan keluar sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun, sembari menunggu hasil laboratorium, kondisi korban disebut semakin lemas.

"Karena menunggu cukup lama dan kondisi badan semakin lemas, korban memilih kembali ke PT Merak Jaya Benton," terang IPTU Iksan.

Sesampainya di lokasi kerja, korban sempat beristirahat di dalam mobil sebelum berpindah ke lantai dua bangunan tersebut.

Beberapa saat kemudian, saksi mengecek kondisi korban dan mendapati korban dalam posisi bersandar pada dinding dengan menggunakan bantal.

Saat direbahkan, dari mulut korban terlihat sedikit mengeluarkan busa. Korban kemudian diketahui telah meninggal dunia.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru