Semarang, MEMANGGIL.CO - Pengurus RT dan RW kini mendapat peran lebih besar dalam memperluas akses perlindungan sosial bagi masyarakat. Mereka dilibatkan sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu warga mengakses layanan digital, termasuk pendaftaran dan pembaruan data yang berkaitan dengan bantuan sosial (bansos).
Di Kota Semarang, jumlah Agen Perlinsos telah mencapai 4.041 orang. Melalui jaringan tersebut, sebanyak 8.675 keluarga juga telah didaftarkan melalui portal perlindungan sosial, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan penguatan penjangkauan perlindungan sosial di Semarang.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjangkau warga yang membutuhkan bantuan, terutama mereka yang mengalami kesulitan menggunakan layanan digital atau belum memahami proses pendaftaran secara mandiri.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai pengurus RT dan RW memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Kedekatan tersebut memungkinkan mereka membantu mengenali perubahan kondisi sosial ekonomi warga yang perlu diperbarui dalam pendataan.
“Yang paling dekat dengan warga adalah para RT, para RW,” ujar Gus Ipul dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu malam (10/10/2026).
Menurut pemerintah, data kesejahteraan masyarakat tidak bisa dibiarkan statis. Perubahan kondisi ekonomi keluarga dapat memengaruhi kebutuhan perlindungan sosial, sehingga pembaruan data secara berkala menjadi bagian penting untuk memperbaiki jangkauan layanan.
Wali Kota Semarang Agustina juga menekankan pentingnya keterlibatan pengurus lingkungan dalam pendataan. RT dan RW dinilai lebih dekat dengan kondisi sehari-hari warga, termasuk keluarga yang mengalami perubahan keadaan ekonomi dan membutuhkan perhatian pemerintah.
“Pendataan yang akurat menjadi dasar agar perlindungan sosial dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Ketua RT dan RW memiliki peran penting karena mereka paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya. Karena itu, keterlibatan pengurus lingkungan perlu diperkuat agar tidak ada warga yang terlewat dari pendataan,” ujarnya.
Keterlibatan RT/RW sebagai Agen Perlinsos diharapkan mempermudah warga menjalani proses pendaftaran maupun memperbarui informasi yang dibutuhkan dalam sistem. Namun, pendampingan tersebut bukan berarti pengurus lingkungan berwenang menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial.
Penentuan kelayakan penerima bantuan tetap melalui mekanisme verifikasi dan validasi sesuai ketentuan yang berlaku. Peran agen adalah membantu masyarakat mengakses sistem dan menyampaikan data, bukan menjamin seseorang otomatis mendapatkan bansos.
Selain memperkuat perlindungan sosial, kegiatan di Semarang juga menyoroti perluasan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat Terintegrasi di Semarang dilaporkan menampung 356 siswa, terdiri atas 86 siswa rintisan dan 270 siswa angkatan 2026.
Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah, tidak bersekolah, atau putus sekolah. Penguatan pendataan keluarga dan akses pendidikan diharapkan dapat membantu menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan pemerintah.
Dengan melibatkan pengurus RT dan RW, pemerintah berupaya mendekatkan layanan perlindungan sosial hingga ke tingkat lingkungan. Akurasi data, kemudahan akses digital, dan pendampingan warga menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan.
Editor : Redaksi