Tuban, MEMANGGIL.CO – Pagi yang semestinya menjadi bagian dari rutinitas mencari nafkah berubah menjadi tragedi bagi Sukacip (40), warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Pekerja tambang batu kumbang itu ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dasar tambang sedalam 15 meter di Dusun Bogor, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban.
Baca juga: Soroti Kedaulatan Pangan hingga Fikih Lansia, Muhammadiyah Gelar Munas Tarjih ke-33 di Surabaya
Sukacip diduga mengalami kecelakaan kerja saat hendak melakukan aktivitas penggergajian batu kumbang di lokasi tersebut.
Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU M. Iksan, membenarkan peristiwa yang merenggut nyawa pekerja tersebut.
“Korban ditemukan meninggal dunia,” ungkap Iksan, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, sebelum memulai pekerjaan, Sukacip terlebih dahulu memperbaiki alat gergaji yang akan digunakan pada Minggu (11/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB. Sementara itu, rekan kerjanya pergi untuk membeli es.
"Saat rekannya kembali ke lokasi tambang, korban sudah terjatuh ke dasar tambang dari ketinggian sekitar 15 meter," ungkap Kasi Humas Polresta Tuban.
Baca juga: GTA Kalirejo di Wirosari Grobogan Bantu 4 Tangki Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan
Menurutnya, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan sudah meninggal dunia. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Rekannya mengetahui korban sudah jatuh ke dasar tambang dalam posisi tengkurap dan meninggal dunia,” tegas Iksan.
Setelah kejadian itu, jenazah korban dibawa pulang. Sementara itu, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi guna mengetahui kronologi peristiwa tersebut.
Baca juga: PSIR Rembang Kerucutkan 35 Pemain Jadi 13, Khoirul Anam Mulai Racik Skuad Liga 4
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Sukacip mengalami sejumlah luka serius akibat terjatuh dari ketinggian, di antaranya patah tulang dan luka terbuka pada tubuhnya.
Meski demikian, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkasnya.
Editor : Abdul Rohman