Rembang, MEMANGGIL.CO - Video pengerjaan jalan di Desa Sridadi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, menjadi perhatian warganet setelah beredar di media sosial. Menanggapi sorotan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Rembang buka suara dan menjelaskan bahwa kondisi jalan dalam video belum menggambarkan hasil akhir pekerjaan.
Kepala DPUTARU Rembang, Maryosa, menyebut pengerjaan jalan yang terekam dalam video tersebut masih berada pada tahap awal, yakni proses lapis penetrasi atau lapen. Karena belum memasuki tahapan lanjutan, kondisi permukaan jalan saat didokumentasikan terlihat belum rapi.
“Jalan Sridadi yang kemarin kita kerjakan itu baru proses penetrasi awal, istilahnya lapen penetrasi. Kemudian difoto, ya masih berantakan karena belum lapisan berikutnya,” jelas Maryosa.
Video tersebut sebelumnya diunggah melalui akun Instagram @dputarurembangkab dan mendapat tanggapan dari masyarakat. Sejumlah perhatian warganet mengarah pada kondisi permukaan jalan serta kualitas pengerjaan infrastruktur tersebut.
Menurut Maryosa, dokumentasi pekerjaan yang belum selesai perlu dipahami sesuai tahapan pelaksanaannya. Ia mengakui, unggahan tersebut belum disertai penjelasan lengkap mengenai proses pengerjaan sehingga berpotensi memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
DPUTARU Tegaskan Pengawasan Mutu Jalan
Di tengah sorotan terhadap Jalan Sridadi, Maryosa menegaskan bahwa aspek kualitas pekerjaan konstruksi tetap menjadi perhatian DPUTARU Rembang. Pemeriksaan mutu dilakukan melalui evaluasi teknis dan pengujian material dengan melibatkan instansi terkait serta fasilitas laboratorium.
“Kalau aspal dan sebagainya kita ketat. Kita juga evaluasi dengan BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) dan laboratorium,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengujian material konstruksi dapat memanfaatkan laboratorium yang memenuhi standar, termasuk fasilitas milik instansi teknis maupun perguruan tinggi seperti Universitas Diponegoro (Undip).
Pengujian tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan material yang digunakan memenuhi persyaratan teknis. Meski demikian, penilaian terhadap kualitas akhir pekerjaan perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan dan kondisi pekerjaan setelah tahapan pelaksanaan selesai.
Laboratorium Pengujian Infrastruktur Akan Dikembangkan
Selain melakukan pengawasan terhadap pekerjaan jalan, DPUTARU Rembang juga menyoroti kebutuhan pengembangan fasilitas pengujian material konstruksi di daerah.
Maryosa mengatakan, sejumlah peralatan pendukung sebenarnya telah tersedia. Namun, fasilitas tersebut sebelumnya lebih diarahkan untuk mendukung operasional unit alat berat dan belum dikembangkan sebagai layanan laboratorium pengujian tersendiri.
“Kita sebenarnya alat-alatnya sudah lengkap. Cuma dulu mungkin UPT-nya itu UPT alat berat, sedangkan laboratoriumnya belum,” ungkapnya.
Pengembangan laboratorium diharapkan dapat mendukung pemeriksaan material konstruksi secara lebih efektif. Dengan fasilitas pengujian yang memadai, evaluasi mutu pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Rembang diharapkan dapat dilakukan dengan dukungan sarana yang lebih dekat dan sesuai kebutuhan daerah.
Sorotan terhadap video Jalan Sridadi juga menjadi pengingat pentingnya keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Dokumentasi pekerjaan yang disertai keterangan mengenai tahapan pengerjaan dapat membantu masyarakat memahami proses pembangunan sekaligus mengurangi kesalahpahaman.
DPUTARU Rembang menegaskan bahwa video yang beredar memperlihatkan pekerjaan yang masih dalam proses. Adapun kualitas hasil akhir jalan perlu dilihat berdasarkan penyelesaian pekerjaan dan evaluasi teknis sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor : Redaksi