Surabaya, MEMANGGIL.CO — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan akibat musim kemarau panjang yang diperkirakan meluas tahun ini.
Upaya antisipatif yang disiapkan meliputi penambahan personel siaga, optimalisasi teknologi pemantauan titik panas, hingga penerjunan tim Pelayanan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, memaparkan, kesiapsiagaan tahun ini ditingkatkan secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Sejumlah kawasan yang dinilai berpotensi rawan meliputi jalur Paiton ke arah timur, Pulau Madura, hingga wilayah Madiun.
"Strategi kami adalah menyiagakan tim khusus seperti Tim Ura-Ura dan Tim Sabuk di berbagai rayon dengan nama daerah yang disesuaikan," papa Ika dalam kegiatan Media Briefing dan Forum Silaturahmi HLN ke-81 di Kantor PLN UPT Surabaya, Senin, 19 Oktober 2026.
Ika menjelaskan, musim kemarau ekstrem yang disertai angin pagi dan embun kerap memicu fenomena korsleting pada jaringan listrik akibat penumpukan debu serta kotoran pada isolator.
Untuk mengatasi masalah tersebut, PLN mengerahkan Tim PDKB guna melakukan pemeliharaan rutin, pembersihan isolator menggunakan cairan khusus, serta penanganan anomali secara cepat tanpa memadamkan aliran listrik kepada pelanggan.
Selain gangguan teknis pada jaringan, PLN juga mengantisipasi ancaman eksternal berupa kebakaran lahan di sekitar jalur transmisi, seperti yang sempat terjadi di kawasan Ijen yang mengancam jalur penghubung pembangkit Ijen - Banyuwangi.
"Menghadapi medan geografis yang sulit dijangkau armada pemadam, PLN berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta menggunakan aplikasi pemantau berbasis satelit untuk mendeteksi titik api secara akurat," ungkap Ika.
Tantangan berbeda dihadapi PLN di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Surabaya.
Menurutnya, tingginya bangunan vertikal serta maraknya aktivitas renovasi bangunan oleh warga berpotensi memicu bahaya kelistrikan.
"Terkait hal ini, PLN rutin menggelar sosialisasi agar masyarakat berkoordinasi sebelum melakukan pembangunan di sekitar jaringan listrik," ujar Ika.
Sementara di wilayah pedesaan, kendala utama berkaitan dengan pohon produktif milik warga di dekat jalur kabel. PLN menerjunkan tim negosiator khusus untuk berdiskusi dengan masyarakat demi menjaga keamanan jaringan tanpa merugikan warga.
"Melalui 6 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di wilayah kerja utama termasuk Surabaya, Madura, Malang, Probolinggo, Bali, dan Gresik PLN memastikan seluruh posko siaga beroperasi optimal setiap hari untuk mengantisipasi kondisi darurat bencana," pungkasnya.
Editor : Abdul Rohman