Karanganyar, MEMANGGIL.CO - Bantuan modal usaha dari pemerintah diharapkan tidak habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mengingatkan penerima program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) agar menggunakan bantuan tersebut untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Pesan itu disampaikan Sumanto saat menyalurkan bantuan KUBE kepada masyarakat di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Ia menegaskan, bantuan permodalan harus menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk membangun kemandirian ekonomi, bukan sekadar bantuan yang habis digunakan.
Menurut Sumanto, peluang mengembangkan usaha sudah terbuka karena penerima manfaat memperoleh dukungan modal. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, mengelola usaha dengan baik, dan memastikan dana digunakan sesuai peruntukannya.
"Saya berharap ini bisa bermanfaat bagi usaha kecil, UMKM," kata Sumanto, ditulis Jumat (23/10/2026).
Ia menilai bantuan tersebut dapat menjadi modal awal untuk memperkuat usaha masyarakat. Namun, hasilnya tetap bergantung pada kedisiplinan penerima dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
Sumanto juga mengingatkan penerima bantuan agar tidak mengabaikan administrasi dan pelaporan. Penggunaan dana harus transparan sehingga pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut dia, ketekunan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha. Perubahan kondisi ekonomi keluarga, kata dia, perlu dimulai dari langkah nyata dan kebiasaan produktif.
"Kunci berwirausaha salah satunya harus tekun," ujarnya.
Ia berharap bantuan KUBE tidak berhenti pada penyaluran modal, tetapi benar-benar mendorong usaha penerima manfaat berkembang dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
KUBE Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Camat Tasikmadu, Tugiyo, menyambut bantuan tersebut sebagai dukungan bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi. Ia meminta penerima manfaat menjaga kekompakan dan mengedepankan transparansi dalam menjalankan usaha.
“Jadikan bantuan ini stimulan agar tetap produktif untuk kemajuan bersama,” kata Tugiyo.
Menurutnya, kerja sama antarpenerima manfaat penting untuk menjaga keberlangsungan program. Pengelolaan yang tertib dan bertanggung jawab diharapkan membuat bantuan tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Wahyu Budi Sugiharto, juga berharap bantuan KUBE mampu menambah pendapatan keluarga. Ia mengingatkan warga agar menjaga bantuan yang diterima dan memanfaatkannya untuk keberlanjutan usaha.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Elliya Chariroh, menekankan pentingnya pendampingan bagi penerima bantuan. Pendampingan diperlukan untuk membantu pengembangan usaha sekaligus memastikan administrasi dan pelaporan berjalan dengan baik.
Elliya menyebut usaha peternakan ayam melalui program KUBE masih relatif terbatas di Jawa Tengah. Meski demikian, ia optimistis model usaha tersebut berpeluang berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain.
“Saya yakin jenis usaha yang dikembangkan penerima bantuan telah dipilih berdasarkan pengalaman dan potensi masyarakat,” ujarnya.
Selain peternakan unggas, menurut Elliya, program pemberdayaan serupa juga berpotensi dikembangkan melalui usaha ternak kambing maupun tambak di wilayah pesisir.
Ia berharap bantuan modal yang disertai pendampingan berkelanjutan dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan usaha, menjaga produktivitas, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Editor : Redaksi