JATENG MEMANGGIL- Suasana penuh makna menyelimuti lingkup Kantor Balai Desa Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jumat (29/08/2025) malam.

Saat ribuan warga tumpah ruah menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangkaian Merti Desa Sukomulyo yang mengangkat lakon “Wahyu Katentreman”. Lakon ini dipentaskan dalang kondang asal Yogyakarta, Ki Seno Nugroho, dengan tokoh utama Yudistira yang dikenal sebagai simbol kebijaksanaan dan amanah.

Kepala Desa Sukomulyo, Anton Susilo, menjelaskan bahwa pemilihan lakon “Wahyu Katentreman” bukan tanpa alasan. Menurutnya, harapan besar warga Sukomulyo adalah desa yang tenteram, pertanian yang makmur, serta masyarakat yang guyub rukun.

"Merti desa ini adalah sedekah desa. Semoga Desa Sukomulyo menjadi gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Kami ingin generasi muda tetap mencintai budaya sendiri sekaligus sadar akan ancaman nyata, salah satunya narkoba,” ujarnya.

Anton menegaskan, sebagai bentuk kepedulian sosial, Pemdes Sukomulyo menggandeng BNN Kendal untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba, mengingat desa tersebut tengah menghadapi kerawanan peredaran barang haram itu.

Lebih lanjut Anton menyampaikan bahwa, edukasi atau sosialisasi kerawanan narkoba tersebut dilakukan sejak pagi kepada pelajar SD hingga masyarakat umum, bersamaan dengan rangkaian kegiatan budaya seperti kirab gunungan, doa bersama, serta pagelaran wayang siang dengan lakon “Sri Mulih” yang menyimbolkan harapan akan pertanian yang maju dan makmur.

Malam puncak menjadi klimaks. Denting gamelan berpadu suara sinden dan dalang, membuat suasana semakin syahdu. Gelak tawa penonton pecah kala panakawan melontarkan guyonan segar, sementara nilai-nilai filosofis tersampaikan dengan indah di tengah lakon.

"Merti Desa Sukomulyo ini bukan hanya sekadar pesta budaya, tetapi menjadi momentum refleksi, bagaimana menjaga warisan leluhur, memperkuat kebersamaan, sekaligus menolak segala bentuk ancaman yang bisa merusak generasi," tandasnya.

Dikatakan, dalam rangkaian Merti Desa Sukomulyo ini, Pemdes Sukomulyo menggelar beberapa rangkaian kegiatan, dimulai dari kirab budaya, doa bersama, sosialisasi kerawanan narkoba hingga puncaknya pada acara pagelaran wayang kulit.

"Kegiatan dimulai dari kirab budaya dengan membawa gunungan dan lakon wayang kulit yang akan ditampilkan, dengan mengelilingi satu desa untuk menyapa warga. Karna merti desa ini adalah sedekah desa, semoga Desa Sukomulyo gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo," ujarnya.

"Untuk acara upacara nyadran atau merti desanya kita mengkat tema " Srii Mulih. Dengan tema itu diharapkan pertanian suko mulyo tambah maju emnibgkata dan makmur, kemudian dialnjutkan puncak acara yaitu pagelaran watkyang kulit," lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang ikut hadir dan menyaksikan pagelaran wayang kulit, ia mengatakan bahwa, pentingnya melestarikan tradisi sekaligus mengambil hikmah dari pesan moral yang tersirat dalam pagelaran wayang kulit tersebut.

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Lakon yang dibawakan sarat nilai kehidupan, mengajarkan kita tentang tata krama, kebijaksanaan, hingga pentingnya menjaga kerukunan. Merti desa ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana silaturahmi agar Kendal tetap aman, tenteram, dan sejahtera,” pungkas Bupati Tika.