MEMANGGIL.CO - Penghematan anggaran yang diberlakukan secara nasional berdampak pada seluruh pegawai di berbagai level, termasuk Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora.
Meskipun demikian, efisiensi anggaran kali ini tidak menyentuh anggaran sarana dan prasarana (Sarpras).
Baca juga: Jalan Rusak Bertahun-tahun, IMM Blora Kritik Gubernur Jangan Hanya Bicara Skala Prioritas!
Hal demikian disampaikan Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Blora, Sandy Tresna Hadi.
"Kalau saya melihat dari kacamata bidang sarana prasarana, untuk efisiensi kali ini, anggaran sarana dan prasarana tampaknya tidak ada pengurangan," ujarnya saat ditemui Tim Memanggil.co, Rabu (5/3/2025).
Dalam rapat yang dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati Blora, lanjut Sandy, yang menjadi fokus pengurangan anggaran secara wajib adalah perjalanan dinas.
Baca juga: Bobol Atap Minimarket Tengah Malam, Residivis Asal Jombang Dibekuk Kurang dari 24 Jam
"Kemudian acara-acara seperti seremonial, makan minum, dan kegiatan lainnya juga menjadi bagian dari efisiensi anggaran," jelasnya.
Adapun terkait perbaikan sarana dan prasarana sekolah di wilayahnya, saat ini pihaknya mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca juga: Jaring Bibit Pesepak Bola Muda; FORSGI Seleksi Puluhan Talenta dari Rembang, Pati, dan Blora
Ia mengungkapkan bahwa total DAU yang dialokasikan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah pada 2025 mencapai Rp 18,6 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki 131 sekolah, mulai dari TK, SD, hingga SMP di seluruh Kabupaten Blora.
Ada tiga sekolah yang diprioritaskan karena kondisi kerusakannya yang cukup parah, yakni SD 3 Sambongrejo Tunjungan, SD 2 Mendenrejo Kradenan, dan SD Tobo Jati. "Kerusakan pada sekolah-sekolah tersebut cukup serius dan menjadi prioritas utama kami untuk diperbaiki," ujar Sandy.
Editor : Redaksi