Sidoarjo, MEMANGGIL.CO - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Orkes Melayu SangJagad Musik yang berada di bawah binaan Chandra Likayana. Pada akhir tahun 2025, grup orkes tersebut berhasil meraih juara pertama dalam ajang Festival Orkes se-Sidoarjo yang diselenggarakan DPC PAMDI Sidoarjo di Dakesda (Dewan Kesenian Sidoarjo).
Capaian tersebut semakin menegaskan konsistensi Chandra Likayana dalam membina dan mengembangkan seni musik orkes daerah. Pasalnya, pada tahun 2024 lalu, orkes lain di bawah kepemimpinannya, Orkes Melayu New Prasasti, juga sukses menyabet juara satu pada ajang festival yang sama.
Tak hanya dua orkes tersebut, Chandra Likayana juga membina Chaya Music, yang menjadi orkes pertama di bawah naungan Chaya Management. Meski belum mengikuti perlombaan, Chaya Music menjadi bagian penting dalam pengembangan dan regenerasi seni musik yang dikelola secara profesional.
Chaya Management sendiri tidak hanya fokus pada orkes musik, tetapi juga menaungi berbagai bidang seni lainnya, seperti vokal, modelling, tari, hingga make up artist. Management seni terpadu ini beralamat di Siwalankerto Permai IV Blok J Nomor 9, Surabaya, (081230210222) dan menjadi wadah pembinaan bakat seni, khususnya bagi generasi muda yang ingin berkembang secara serius di dunia seni pertunjukan.
Salah satu daya tarik Orkes Melayu SangJagad Musik adalah keberadaan Duo Rallyn, duo vokal muda yang terdiri dari Rafi asal Gresik dan Allyn dari Mojokerto. Meski masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar, keduanya mampu tampil percaya diri dan memukau dewan juri maupun penonton dengan kualitas vokal dan penampilan panggung yang matang.
Chandra Likayana mengungkapkan bahwa proses persiapan menjelang lomba dilakukan secara disiplin dan intensif. Latihan rutin digelar setiap hari Minggu selama dua bulan penuh sebelum tampil di ajang festival.
“Latihan benar-benar kami jalani dengan serius dan ketat. Prosesnya menguras pikiran, tenaga, dan biaya. Namun ketika hasilnya juara satu, semua pengorbanan itu terasa tidak ada artinya,” ujarnya kepada Memanggil.co, Minggu (11/1/2026)
Ia berharap, seluruh orkes yang berada di bawah naungan Chaya Management dapat terus berkembang, mengharumkan nama seni dangdut dan orkes Melayu, khususnya di wilayah Jawa Timur, serta mendapatkan kelancaran rezeki dan kesempatan tampil yang lebih luas ke depannya.
Lebih lanjut, Chandra menegaskan bahwa visi dan misinya adalah mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan multi talenta di bidang seni.
“Saya ingin anak-anak binaan Chaya Management menjadi talenta serba bisa. Tidak hanya di dunia orkes, tetapi juga musik tradisional, tarik suara, tari, hingga modelling, baik musik modern diatonis maupun musik tradisional pentatonis,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Ketua DPC PAMDI Sidoarjo, Ayunda Goba, menyampaikan bahwa Festival Orkes menjadi sarana penting untuk mengekspresikan bakat bermusik sekaligus mengasah kemampuan vokal dan teknik bermain alat musik.
“Kompetisi di atas panggung membantu peserta mengatasi rasa gugup, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kekompakan dan kerja sama tim,” katanya.
Menurut Ayunda, tujuan utama festival ini adalah melestarikan musik, khususnya Orkes Melayu atau dangdut, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
“Melalui kompetisi ini, peserta mendapatkan pengalaman berkesenian yang berharga, termotivasi untuk terus berprestasi, dan diharapkan tumbuh menjadi profesional muda di bidang musik,” pungkasnya.
Dengan prestasi tersebut, Orkes Melayu SangJagad Musik kian mengukuhkan diri sebagai salah satu orkes unggulan di Kabupaten Sidoarjo dan Jawa Timur, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan seni musik yang berkelanjutan.
Editor : Redaksi