Profil Aditya Halindra Faridzky: Bupati Tuban Muda yang Menggerakkan Perubahan dengan Kedekatan

memanggil.co
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dan Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono. (Memanggil.co/Ist)

Tuban, MEMANGGIL.CO - Bagi Aditya Halindra Faridzky, memimpin daerah bukanlah sekadar menjalankan roda pemerintahan, tetapi tentang menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menjabat sebagai Bupati Tuban, sosok yang akrab disapa Mas Lindra ini membawa semangat kepemimpinan muda yang terbuka, komunikatif, dan berorientasi pada kerja nyata.

“Jabatan bupati adalah amanah besar. Saya ingin memastikan pemerintah hadir dan bekerja untuk kepentingan masyarakat Tuban,” ujar Aditya Halindra Faridzky, ditulis Senin (12/1/2026). 

Sebagai pemimpin muda, Aditya memadukan semangat inovasi dengan pemahaman terhadap karakter masyarakat Tuban yang religius, pekerja keras, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Pemimpin Muda dengan Cara Pandang Progresif

Aditya Halindra Faridzky dikenal sebagai salah satu bupati termuda di Jawa Timur. Namun baginya, usia bukan sekadar identitas, melainkan energi untuk bekerja lebih cepat dan adaptif menghadapi tantangan zaman.

“Anak muda harus berani membawa gagasan baru, tapi tetap menghormati nilai dan budaya lokal,” tuturnya.

Ia meyakini bahwa birokrasi tidak boleh berjalan kaku. Pemerintahan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dekat dengan Masyarakat, Mendengar Langsung Aspirasi

Salah satu ciri kepemimpinan Mas Lindra adalah kedekatannya dengan masyarakat. Ia kerap turun ke lapangan, berdialog langsung dengan warga, pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga tokoh agama.

“Kalau ingin tahu persoalan yang sebenarnya, pemimpin harus turun langsung ke masyarakat, bukan hanya membaca laporan,” tegasnya.

Kehadiran langsung tersebut menjadi cara Aditya memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak jauh dari realitas di lapangan.

Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

Dalam arah pembangunan daerah, Aditya Halindra Faridzky menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi lokal. Kabupaten Tuban yang memiliki kekuatan di sektor industri, pertanian, perikanan, dan UMKM harus dikelola secara seimbang.

“Pembangunan Tuban harus bertumpu pada kekuatan daerah sendiri. Potensi lokal harus menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia mendorong penguatan UMKM dan ekonomi kreatif agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama pembangunan.

Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Dalam tata kelola pemerintahan, Aditya mendorong birokrasi yang profesional, transparan, dan melayani. Aparatur sipil negara (ASN) dituntut untuk bekerja cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pelayanan publik itu harus mudah, cepat, dan berpihak pada masyarakat. Pemerintah ada untuk melayani, bukan mempersulit,” kata Mas Lindra.

Pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi layanan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Tuban.

Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi

Meski membawa semangat modern, Aditya Halindra Faridzky tetap menekankan pentingnya menjaga nilai tradisi dan religiusitas masyarakat Tuban.

“Kita boleh maju dan modern, tapi jangan sampai kehilangan jati diri. Nilai gotong royong dan kebersamaan harus tetap dijaga,” ungkapnya.

Baginya, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan karakter masyarakat.

Kolaborasi sebagai Kunci Percepatan

Aditya menyadari bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan dunia usaha, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat adalah kunci kemajuan Tuban,” tegasnya.

Dengan membuka ruang partisipasi publik, ia berharap lahir inovasi dan solusi bersama untuk menjawab tantangan pembangunan daerah.

Harapan untuk Tuban ke Depan

Menutup refleksinya, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan harapan agar Kabupaten Tuban terus bergerak maju tanpa meninggalkan akar budayanya.

“Harapan saya, Tuban menjadi daerah yang maju, masyarakatnya sejahtera, dan pemerintahannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” pungkasnya.

Dengan semangat muda, pendekatan yang membumi, dan komitmen pada pelayanan publik, Aditya Halindra Faridzky terus menapaki kepemimpinannya sebagai Bupati Tuban, menghadirkan perubahan melalui kerja nyata dan kedekatan dengan rakyat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru