Perkuat Layanan Jiwa, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu Belajar ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang

Reporter : Redaksi
Foto bersama saat manajemen RSUD dr. R. Soeprapto Cepu belajar ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. (Foto: Dok. RSUD Cepu/Memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.CO - Upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jiwa terus dilakukan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pada Jumat (13/2/2026), manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora itu melaksanakan kunjungan kerja ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada penguatan layanan Rawat Inap Jiwa, yang ke depan direncanakan dapat dioptimalkan di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

Baca juga: Gus Arief Ajak GP Ansor Blora Perkuat Sinergi Pangan, Organisasi, dan Pemberdayaan

Rombongan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dipimpin langsung oleh Direktur, drg. Wilys Yuniarti, didampingi jajaran manajemen serta dokter spesialis kejiwaan dr. Ayu Wulansari, Sp.KJ, MMRS, CHCP-A, bersama tim teknis terkait.

Setibanya di Rembang, rombongan disambut Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang beserta tim manajemen dan jajaran Poli Jiwa. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dengan diskusi intensif seputar tata kelola layanan Rawat Inap Jiwa.

Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa

Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret rumah sakit dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa.

“Kami ingin menyiapkan layanan Rawat Inap Jiwa dengan matang,” ujarnya singkat, ditulis Senin (16/2/2026). 

Menurut drg. Wilys, layanan kesehatan jiwa tidak bisa disiapkan secara parsial, melainkan harus ditopang sistem, SDM, dan fasilitas yang memadai.

“Pelayanan jiwa itu sensitif. Harus aman dan terkelola,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, tim RSUD dr. R. Soeprapto Cepu mempelajari langsung alur pelayanan pasien jiwa, sistem keamanan ruang perawatan, hingga mekanisme pendampingan pasien selama masa perawatan.

“Kami banyak belajar dari sini,” ungkap Wilys.

Ia menegaskan, tujuan utama pengembangan Rawat Inap Jiwa adalah mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Supaya warga Cepu tidak perlu dirujuk jauh,” tegasnya.

Baca juga: Warga Blora Digegerkan Penemuan Jenazah di Sungai Dekat Pasar Hewan

Selama ini, keterbatasan layanan Rawat Inap Jiwa membuat pasien dengan gangguan jiwa berat harus dirujuk ke rumah sakit di luar wilayah Cepu, yang berdampak pada beban psikologis dan ekonomi keluarga.

“Kami ingin layanan lebih dekat dan manusiawi,” lanjut Wilys.

Selain aspek pelayanan, diskusi juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia, mulai dari dokter, perawat jiwa, hingga tenaga pendukung yang memiliki kompetensi khusus.

“SDM jadi kunci,” ucapnya singkat.

Sementara itu, dr. Ayu Wulansari menjelaskan bahwa Rawat Inap Jiwa harus dirancang dengan pendekatan pemulihan jangka panjang, bukan sekadar perawatan medis.

“Pasien jiwa perlu rasa aman,” jelasnya.

Ia menilai kolaborasi antarrumah sakit daerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu layanan kesehatan jiwa.

Baca juga: RSUD Cepu Gelar Sosialisasi SPM, Siapkan Pengembangan Layanan di Tahun 2026

“Berbagi pengalaman itu penting,” katanya.

Harapan Direktur RSUD Cepu

Melalui kunjungan kerja ini, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu berharap dapat mengadopsi praktik-praktik baik yang telah diterapkan RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Cepu.

“Kami ingin layanan jiwa yang komprehensif,” ujar Wilys.

Ke depan, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menargetkan penguatan layanan Rawat Inap Jiwa yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Pelan tapi pasti,” pungkas Wilys.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru