Usut Korupsi PG Asembagus, Kortas Tipikor Polri Sisir Kantor Kontraktor di Klampis Megah Surabaya

Reporter : Saputra
Kortas Tipikor Polri saat menggeledah kantor kontraktor di Klampis Megah Surabaya. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Pabrik Gula (PG) Asembagus Situbondo makin intens. Selasa (09/06/2026) pagi, tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri menggeledah kantor PT Multinas Tjahja Sejahtera di Ruko Klampis Megah, Sukolilo Surabaya.

Aksi itu terkait proyek EPCC atau Engineering, Procurement, Construction and Commissioning untuk pengembangan dan modernisasi PG Asembagus milik PTPN XI periode 2016-2022. BPK telah menghitung potensi kerugian negara mencapai Rp645 miliar.

Kabag Ops Kortastipikor Polri Kombes Pol Achmad Yusuf Afandi menjelaskan, PT MTS digeledah karena perannya sebagai kontraktor pemenang lelang pihak ketiga.

“Penggeledahan untuk menemukan dokumen apa pun yang bisa memperkuat alat bukti. Setelah itu kami analisis untuk memastikan siapa yang layak dimintai pertanggungjawaban pidana,” kata Kombes Yusuf di lokasi.

Ia menyebut dokumen yang berhasil diamankan akan dibawa ke Jakarta. Selanjutnya berkas perkara akan disusun dan dilimpahkan ke Kejaksaan sebagai penuntut umum.

Kombes Yusuf membeberkan modus awal kasus ini. Proyek EPCC diduga tidak dikerjakan sesuai ketentuan. Ada penyelewengan yang membuat negara rugi ratusan miliar.

“Intinya pekerjaan tidak dilakukan secara baik dan benar. Itu yang menyebabkan kerugian negara sebesar hasil audit BPK,” ujarnya.

Tidak hanya Klampis Megah. Kortastipikor juga menggeledah dua titik lain di Jawa Timur, yakni rumah Dirut PT MTS berinisial TD di Galaxy Bumi Permai Blok L-5 Surabaya, dan kantor PT BI di Jalan Veteran Gresik.

“Total tiga lokasi kami sasar. Dua di Surabaya, satu di Gresik. Semua punya keterkaitan dengan perkara PG Asembagus,” jelasnya. 

Dengan penggeledahan serentak ini, penyidik berharap bukti-bukti cukup untuk menjerat pihak yang bertanggung jawab. Kasus korupsi proyek strategis BUMN ini akan dikawal hingga tuntas.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru