Blora, MEMANGGIL.CO - Aksi heroik diperlihatkan personel Polsek Jepon, Polres Blora, saat menangani kecelakaan lalu lintas di Jalan Nasional Blora - Cepu, tepatnya di depan Gudang Bulog Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Selasa (21/7/2026) malam.

Demi menyelamatkan nyawa korban, anggota kepolisian membopong seorang pria lanjut usia yang terluka, menaikkannya ke mobil patroli, kemudian bergegas membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Respons cepat tersebut bermula ketika Polsek Jepon menerima laporan dari masyarakat tentang adanya kecelakaan di jalur nasional yang menghubungkan Blora dengan Cepu. Tanpa membuang waktu, personel piket langsung menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati seorang lansia tergeletak di badan jalan dengan luka pada bagian kepala. Kondisi korban yang membutuhkan pertolongan segera membuat anggota Polsek Jepon mengambil keputusan cepat dengan langsung membopong dari lokasi kejadian, dinaikkan ke mobil patroli, lalu dievakuasi menuju rumah sakit.

Di tengah lalu lintas yang masih ramai, mobil patroli yang biasa digunakan untuk menjaga keamanan malam itu berubah fungsi menjadi kendaraan penyelamat. Bagi anggota di lapangan, keselamatan jiwa korban menjadi prioritas utama.

Kapolsek Jepon, IPTU Moh. Junaidi, mengatakan tindakan cepat yang dilakukan anggotanya merupakan bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.

"Begitu menerima informasi adanya kecelakaan, anggota langsung menuju lokasi. Korban kami temukan dalam kondisi tergeletak di badan jalan dengan luka di bagian kepala. Anggota segera membopong korban, menaikkannya ke mobil patroli, kemudian membawa korban ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan medis. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami," ujarnya kepada Memanggil.co, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, setiap personel telah dibekali pemahaman untuk mengutamakan penyelamatan jiwa dalam setiap situasi darurat.

"Kami selalu mengingatkan anggota agar tidak ragu memberikan pertolongan. Dalam kondisi darurat, setiap detik sangat berarti. Yang paling penting adalah korban secepatnya mendapatkan penanganan medis," tegasnya. 

Setelah proses evakuasi selesai, penanganan kecelakaan dilanjutkan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Blora.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Bayu Destya, menjelaskan kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi K 6250 NY yang dikendarai RA (19), warga Kecamatan Jiken, dengan seorang pejalan kaki berinisial S (61), petani asal Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sepeda motor melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Raya Blora–Cepu. Saat melintas di depan Gudang Bulog Desa Tempelemahbang, pengendara diduga kurang berkonsentrasi sehingga menabrak korban yang sedang berjalan di badan jalan.

"Sepeda motor Honda Vario melaju dari arah barat menuju timur. Sesampainya di depan Bulog Desa Tempelemahbang terdapat pejalan kaki yang berjalan di perkerasan jalan aspal. Karena pengendara kurang berkonsentrasi dan jarak sudah terlalu dekat, akhirnya terjadi kecelakaan lalu lintas," terang Ipda Bayu.

Akibat benturan tersebut, korban mengalami hematoma pada bagian kepala, namun masih dalam kondisi sadar saat dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Jepon.

Polisi kemudian melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, serta memantau perkembangan kondisi korban selama menjalani perawatan di RSUD Blora dan RS PKU Muhammadiyah Blora.

Kabar baik datang setelah korban mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi dari Unit Gakkum Satlantas Polres Blora, kondisi korban terus membaik hingga akhirnya diperbolehkan pulang.

"Sampun wangsul saking rumah sakit," kata Ipda Bayu.

Peristiwa ini menjadi potret nyata bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Dalam situasi yang mengancam keselamatan jiwa, personel Polri dituntut mampu bertindak cepat, mengambil keputusan tepat, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Aksi personel Polsek Jepon yang membopong lansia korban kecelakaan ke mobil patroli hingga membawanya ke rumah sakit menjadi bukti bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk mengurai kemacetan atau menangani perkara, tetapi juga menjadi harapan pertama ketika nyawa seseorang berada dalam kondisi kritis.