September Jadi Bulan Terkelam Kebakaran di Blora, 68 Kasus dalam Sebulan

Reporter : Redaksi
Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Blora Hariyanto Purnomo. (Foto: Dok. Pribadi/Memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.CO - September 2026 menjadi bulan paling berat bagi penanganan kebakaran di Kabupaten Blora. Dalam satu bulan, 68 kejadian kebakaran tercatat dan ditangani Damkar Satpol PP Kabupaten Blora.

Angka tersebut bukan sekadar lonjakan bulanan. Jika digabung dengan kejadian pada Juli dan Agustus, jumlah kebakaran dalam tiga bulan mencapai 159 kasus, atau jauh lebih tinggi dibandingkan total kejadian selama Januari hingga Juni.

“September menjadi bulan dengan kejadian paling tinggi dalam data kami, yakni 68 kejadian,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Blora Hariyanto Purnomo kepada Memanggil.co, Selasa (6/10/2026). 

Data Damkar Satpol PP Kabupaten Blora menunjukkan, pada Juli tercatat 44 kejadian kebakaran. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 47 kejadian pada Agustus.

Lonjakan paling tajam terjadi pada September. Sebanyak 68 kejadian tercatat dalam satu bulan, menjadikan September sebagai bulan dengan kasus kebakaran tertinggi hingga 6 Oktober 2026.

Sementara itu, sepanjang Januari sampai Juni hanya terdapat 43 kejadian kebakaran. Perbandingan tersebut memperlihatkan peningkatan kasus yang sangat signifikan memasuki periode Juli hingga September.

Hariyanto mengatakan, kondisi lingkungan yang semakin kering menjadi salah satu faktor yang membuat potensi kebakaran meningkat. Material seperti rumput, semak dan lahan kering dapat mempercepat penjalaran api.

“Kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menjalar. Karena itu masyarakat harus lebih waspada,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas masyarakat yang menggunakan api juga perlu menjadi perhatian.

Pembakaran sampah yang tidak diawasi dapat memicu api menjalar, terutama ketika berada di sekitar material yang mudah terbakar.

Potensi kebakaran juga dapat muncul akibat gangguan instalasi listrik. Karena itu, masyarakat diminta memastikan kabel, sambungan dan peralatan listrik dalam kondisi aman.

Hariyanto mengingatkan warga agar tidak meninggalkan api setelah melakukan aktivitas pembakaran. Pengawasan harus dilakukan sampai api benar-benar padam.

“Pencegahan harus dimulai dari masyarakat. Jangan membiarkan sumber api tanpa pengawasan,” tegasnya.

Catatan 159 kebakaran dalam tiga bulan menjadi alarm serius bagi Kabupaten Blora. Terlebih, 68 kasus di antaranya terjadi hanya dalam satu bulan, yakni September.

Damkar Satpol PP Kabupaten Blora mengimbau masyarakat tidak menunggu api membesar untuk bertindak. Setiap muncul titik api sebaiknya segera dilaporkan agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.

Editor : Ahmad Adirin

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru