Sektor Jasa Keuangan Jatim Tangguh, DPK Tembus Triliunan Investor Pasar Modal Melonjak Hampir 70 Persen

Reporter : Adji
Plt Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran. (Adji/Memanggil.com)

Surabaya, MEMANGGIL.CO — Sektor Jasa Keuangan di Provinsi Jawa Timur tercatat berada dalam kondisi tangguh, stabil, dan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi yang dinamis. 

Kinerja solid ini tercermin dari penguatan berbagai subsektor utama, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga lembaga keuangan non-bank. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, memaparkan,  intermediasi sektor perbankan di Jawa Timur bertumbuh sangat kuat.  

"Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat tercatat tumbuh 6,03 persen hingga mencapai angka Rp866 triliun. Pada saat yang sama, penyaluran kredit perbankan juga mengalami kenaikan sebesar 4,73 persen," kata Horas dalam kegiatan Media Gathering OJK Jatim di Yogyakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. 

Menurutnya, di tengah penyaluran kredit yang ekspansif, tingkat risiko perbankan di Jawa Timur dipastikan tetap terjaga dengan aman.  

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) net berada di tingkat 1,67 persen dan NPL gross di level 3,8 persen masih di bawah ambang batas aman (threshold) 5 persen.  

"Ketahanan industri perbankan makin diperkuat oleh kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Umum yang mencapai 29,15 persen serta likuiditas yang melimpah, ditunjukkan oleh rasio alat likuid terhadap non-core deposit sebesar 120,22 persen," sambung Horas. 

Lebih lanjut, Horas menambahkan, penguatan permodalan juga dirasakan oleh 221 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan 26 BPR Syariah (BPRS) di Jawa Timur.  

"Rasio kecukupan modal BPR konvensional tercatat solid di angka 42,08 persen, sementara BPR Syariah berada pada tingkat 28,33 persen," ungkap Horas. 

Sementara itu, yang tak kalah menarik, aktivitas investasi di pasar modal Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan. Jumlah rekening investor melonjak 69,93 persen secara tahunan (year-on-year) hingga menembus 3,5 juta rekening. Nilai kepemilikan saham di wilayah ini naik 25,6 persen menjadi Rp138 miliar. 

Selain itu, alternatif pembiayaan berbasis digital Securities Crowdfunding (SCF) turut tumbuh 14,68 persen menjadi Rp69,83 miliar dengan 37 entitas penerbit. 

Untuk memperkuat ekonomi hijau, OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pelaku usaha saat ini tengah menjajaki potensi pengembangan bursa karbon.  

Salah satu upaya adalah meninjau kawasan hutan mangrove di Pantai Selatan Kabupaten Malang untuk dijadikan sumber kredit karbon. 

"Pada industri non-bank, sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan premi sebesar 31,74 persen dan peningkatan total investasi dana pensiun sebesar 1,14 persen," terang Horas. 

Sebaliknya, penyesuaian terlihat pada sektor perusahaan pembiayaan (leasing) yang mengalami penurunan nilai piutang tipis sebesar 1,39 persen dengan Non-Performing Financing (NPF) gross 4,21 persen.  

Horas menilai, kondisi ini dipengaruhi oleh pergerakan pasar kendaraan bermotor serta penyesuaian daya beli masyarakat. Meski demikian, pertumbuhan tipis 10 persen (Rp1,9 miliar) masih dicatatkan oleh industri modal ventura dengan NPF gross 5,4 persen. 

"Di lini keuangan inklusif dan digital, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) berhasil meningkatkan penyaluran pinjamannya hingga Rp175 miliar, sementara outstanding pembiayaan dari layanan peer-to-peer (P2P) lending juga naik 13,26 persen," pungkas Horas.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru