Rembang, MEMANGGIL.CO - Pengembangan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang mendapat apresiasi dari Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito.
Fasilitas yang mulai beroperasi sejak Juni 2026 tersebut dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Apresiasi itu disampaikan Prihati saat melakukan kunjungan sekaligus monitoring dan evaluasi pelayanan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Kamis (29/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung ruang tindakan Cath Lab serta berinteraksi dengan pasien yang mengantre pelayanan maupun menjalani perawatan di ruang rawat inap.
Prihati menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelayanan intervensi jantung berjalan sesuai pedoman dan standar medis yang berlaku.
Hal ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurutnya, penyediaan peralatan kateterisasi jantung di RSUD dr. R. Soetrasno merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan.
“Kedatangan kami untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan jantung, khususnya penggunaan alat canggih kateterisasi jantung. Rumah sakit ini sudah melakukan instalasi alat tersebut dengan pembiayaan APBD. Kami mengapresiasi dukungan ini,” ujar Prihati.
Ia menegaskan, pengadaan peralatan medis harus diikuti dengan pelaksanaan pelayanan yang sesuai standar. Sebelum Cath Lab dioperasikan, sejumlah pemangku kepentingan telah menyepakati kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).
Pihak yang terlibat meliputi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta tenaga medis spesialis terkait.
Prihati mengingatkan seluruh pihak agar konsisten menjalankan prosedur yang telah ditetapkan, tanpa mengurangi standar maupun melewati tahapan pelayanan.
“Semua pihak berkumpul dan menandatangani kesepakatan untuk memberikan pelayanan sesuai pedoman yang berlaku. Jangan ada yang dilonggarkan dan jangan ada tahapan yang diloncati. Dengan mengikuti pedoman yang benar, pelayanan BPJS, khususnya intervensi jantung, akan semakin berkualitas, sesuai kebutuhan pasien, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sejak Juni 2026, Cath Lab Tangani 111 Diagnostik dan 95 Pemasangan Stent
Sejak mulai beroperasi pada Juni 2026, layanan intervensi jantung RSUD dr. R. Soetrasno Rembang telah mencatat 111 tindakan diagnostik dan 95 pemasangan stent pada pembuluh darah jantung.
Prihati menilai, kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses penanganan pasien penyakit jantung, terutama bagi mereka yang membutuhkan tindakan medis secara cepat.
“Layanan ini membantu menyelamatkan nyawa peserta BPJS, khususnya masyarakat Rembang yang mengalami serangan jantung. Terutama mereka yang masih berada pada usia produktif. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan penyakit jantung tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pasien, tetapi juga berdampak pada kehidupan keluarga. Terlebih apabila pasien merupakan tulang punggung ekonomi rumah tangga, sehingga keterlambatan penanganan dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Prihati pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rembang, Harno, beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan dalam pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUD dr. R. Soetrasno.
Bupati Rembang Berharap Cakupan Layanan BPJS Semakin Luas
Bupati Rembang, Harno, menyambut baik kunjungan dan monitoring yang dilakukan Direktur Utama BPJS Kesehatan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus membuka peluang perluasan cakupan layanan yang dapat dijamin BPJS Kesehatan sesuai ketentuan.
“Terima kasih atas kunjungan dan monitoringnya. Kami berharap Rembang bisa semakin baik, terutama untuk beberapa layanan yang belum bisa masuk dalam kategori yang ditanggung BPJS, seperti layanan saraf, BSA, dan lainnya. Mudah-mudahan hal ini bisa dipikirkan agar dapat ditanggung BPJS sehingga mengurangi beban masyarakat,” kata Harno.
Harno menjelaskan, pengembangan layanan jantung di RSUD dr. R. Soetrasno menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kemampuan fasilitas kesehatan di Kabupaten Rembang.
Sebelum layanan Cath Lab tersedia, sebagian pasien dengan kondisi jantung tertentu harus menjalani rujukan ke luar daerah, termasuk Kudus. Kini, dengan adanya fasilitas tersebut, sejumlah tindakan intervensi jantung dapat dilakukan di Rembang sesuai indikasi medis dan kemampuan rumah sakit.
Selain membantu masyarakat setempat, keberadaan Cath Lab juga diharapkan memperkuat peran RSUD dr. R. Soetrasno dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Blora dan kawasan Cepu.
Pemerintah Kabupaten Rembang berharap pengembangan fasilitas medis dan peningkatan mutu pelayanan tersebut dapat memudahkan masyarakat memperoleh penanganan kesehatan yang dibutuhkan, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien serta kepatuhan terhadap standar medis yang berlaku.
Editor : Abdul Rohman