Gelar "Doa untuk Negeri": Unesa Ajak Seluruh Bangsa Jaga Kondusifitas Pasca Unjuk Rasa

Reporter : Adji
Rektor Unesa Nurhasan ajak seruan Damai pada Doa Bersama ( Adji/Memanggil.co)

MEMANGGIL.CO - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar acara doa bersama bertajuk "Doa untuk Negeri" sebagai respons atas gelombang unjuk rasa yang berujung kericuhan di beberapa wilayah. Acara yang dipimpin oleh Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., ini diselenggarakan pada Rabu malam, 3 Agustus 2025, di Lapangan Rektorat Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Rektor Nurhasan menyerukan kepada seluruh warga Indonesia, khususnya civitas akademika Unesa, untuk bersama-sama menciptakan suasana yang sejuk, damai, dan kondusif. Ia menekankan pentingnya menahan diri agar insiden kekerasan serupa tidak terulang di masa depan.

Baca juga: Melesat! Unesa Tembus 4 Bidang Ilmu Terbaik Dunia Versi THE WUR 2026

"Harapan kami, seruan ini bisa mewujudkan suasana yang sejuk, damai, dan kondusif. Kita semua harus menahan diri agar kejadian yang sebelumnya terjadi di negara kita tidak terulang lagi," kata Nurhasan di temui awak media usai menggelar Doa Bersama.

"Mimpi-mimpi kita bersama, termasuk mimpi luar biasa Bapak Presiden, dapat terlaksana dengan baik, dan kita bisa menjadi bangsa besar di tahun 2045." imbuhnya.

Rektor Nurhasan juga menyoroti peran aparat keamanan. Ia berharap, TNI dan Polri dapat bertindak non-represif dalam menghadapi unjuk rasa.

Pria yang kerap disapa Cak Hasan itu juga menegaskan bahwa mahasiswa dan warga negara memiliki hak yang dijamin undang-undang untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Baca juga: PLN UIT JBM Perkuat Keamanan Objek Vital, Gandeng Polda Jatim Simulasikan Penanganan Teror dan Bom

"Harapannya, ada evaluasi terukur agar masyarakat tahu bahwa bangsa kita bisa menjadi damai, adil, dan sejahtera sesuai harapan," pintahnya.

Senada dengan Rektor, Muhammad La Rayba Fie, Ketua BEM Unesa dari Fakultas Psikologi, menanggapi kerusuhan tersebut dengan mengecam aksi perusakan terhadap cagar budaya. Dirinya juga menegaskan bahwa mahasiswa sangat menghargai peninggalan sejarah dan budaya bangsa di tanah air.

"Kami dari kalangan mahasiswa sangat menghargai peninggalan-peninggalan sejarah dan cagar budaya. Merusak itu bukanlah hal yang normal dilakukan oleh rakyat Indonesia," tandad La Rayba.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Keputran Mandek, DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total Direksi PD Pasar Surya

" Kami juga menuntut siapa pun yang bertanggung jawab atas perusakan tersebut." sambung Mahasiswa dari Fakultas Psikologi Unesa itu.

La Rayba menambahkan bahwa mahasiswa Unesa yang ikut dalam unjuk rasa telah berkoordinasi dengan pihak-pihak di Surabaya untuk memastikan aspirasi tersampaikan dengan damai.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru