Blora, MEMANGGIL.CO - Kabar baik bagi santri dan pengasuh pesantren di Kabupaten Blora serta wilayah Muria Raya (Blora, Kudus, Pati, Jepara, dan Rembang). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi membuka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026, sebuah program strategis yang memberikan kesempatan luas bagi insan pesantren untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, sekaligus mendorong lahirnya santri profesional yang mampu berkiprah di berbagai sektor pembangunan. Santri dari keluarga kurang mampu yang selama ini menimba ilmu dan mengabdi di pesantren di Blora dan kawasan Muria Raya menjadi salah satu sasaran utama program ini.
Baca juga: Cara Mudah Cek Bansos Januari 2026, Bisa Lewat Website dan Aplikasi Resmi Kemensos
Beasiswa tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari S1 hingga S2, dengan pilihan studi di bidang-bidang strategis seperti kedokteran, sains, teknologi, pertanian, teknik, matematika, hingga keislaman dan kajian Islam kontemporer. Seluruh bidang tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan daerah, termasuk sektor pertanian, kesehatan, dan penguatan moderasi beragama yang menjadi karakter wilayah Muria Raya.
Untuk santri Blora dan sekitarnya yang diterima di S1 Perguruan Tinggi Dalam Negeri di Jawa Tengah, Pemprov Jateng memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) penuh dari semester pertama hingga semester delapan.
Sementara bagi santri berprestasi yang berhasil menembus perguruan tinggi luar negeri, tersedia beasiswa kuliah di negara-negara seperti Turki, India, Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, hingga Timur Tengah melalui Universitas Al Azhar Mesir dan Al Ahqof Yaman.
Tak hanya itu, kesempatan double degree juga dibuka bagi santri pada bidang sains dan teknologi, dengan skema kuliah empat semester di luar negeri. Program ini diharapkan dapat mencetak santri Muria Raya yang memiliki wawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai pesantren.
Perhatian Pemprov Jateng juga diberikan kepada pengasuh pesantren di Blora dan Muria Raya melalui beasiswa S2 Dalam Negeri. Program ini menjadi peluang bagi para kiai muda, ustaz, dan pengelola pesantren untuk meningkatkan kapasitas akademik dan manajerial, sehingga mampu membawa pesantren berkembang secara berkelanjutan.
Adapun persyaratan utama penerima beasiswa antara lain merupakan penduduk Jawa Tengah, pernah atau sedang belajar maupun mengabdi di pesantren yang memiliki EMIS atau IJOP. Peserta juga harus memenuhi ketentuan akademik, termasuk kepemilikan Letter of Acceptance (LoA) bagi jalur luar negeri, serta kemampuan kepesantrenan seperti hafalan Al-Qur’an dan penguasaan kitab kuning sesuai jenjang pendidikan.
Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, akademik dan kepesantrenan, serta wawancara. Bagi peserta luar negeri, wawancara mencakup kemampuan bahasa asing dan wawasan kebangsaan. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2026 dan dilaksanakan oleh Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP).
Baca juga: Warga Desa Kalangan Blora Terganggu, Jalan Lingkungan Diblokade Batu Kumbung Setinggi 50 Cm
Penerima beasiswa nantinya memiliki kewajiban melaporkan perkembangan studi setiap semester, menyelesaikan pendidikan tepat waktu, serta mengabdi minimal satu tahun di pesantren asal setelah lulus. Skema ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi penguatan pesantren di Blora dan Muria Raya.
Melalui program beasiswa ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap semakin banyak santri dari wilayah Muria Raya yang mampu menempuh pendidikan tinggi berkualitas, berdaya saing global, dan kembali membangun daerah dengan bekal ilmu, akhlak, serta semangat pengabdian.
Informasi lengkap mengenai pendaftaran dan mekanisme seleksi dapat diakses melalui website resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau kanal informasi resmi terkait Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026.
Editor : Redaksi