Beasiswa Cahaya Pintar 2026 Dibuka, Harapan Baru Mahasiswa UIN SATU Tulungagung dari Keluarga Kurang Mampu

Reporter : Alfin
Ilustrasi Beasiswa. (Memanggil.co/Ist)

Tulungagung, MEMANGGIL.CO - Kabar baik datang bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Beasiswa Cahaya Pintar (BCP) 2026 resmi dibuka oleh Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Program ini tidak sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan, sehingga mahasiswa tidak hanya terbantu secara ekonomi, namun juga tumbuh secara akademik, karakter, dan kepemimpinan.

Beasiswa Cahaya Pintar menjadi secercah harapan bagi mahasiswa semester awal yang tengah berjuang menata masa depan di tengah keterbatasan.

Fokus pada Prestasi dan Kepedulian Sosial

Pamflet Beasiswa

Beasiswa ini secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa Muslim UIN SATU Tulungagung semester 3 yang memiliki IPK minimal 3,00, berprestasi, dan berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.

Selain capaian akademik, calon penerima juga dituntut memiliki komitmen tinggi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembinaan yang telah disiapkan oleh YBM PLN.

Hal ini menegaskan bahwa Beasiswa Cahaya Pintar bukan sekadar bantuan dana, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

“Program ini dirancang untuk mencetak mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial,” menjadi semangat utama penyelenggaraan Beasiswa Cahaya Pintar.

Kriteria Penerima Beasiswa

Adapun kriteria utama penerima Beasiswa Cahaya Pintar 2026 meliputi:

  • Mahasiswa/i Muslim UIN SATU Tulungagung
  • Aktif di Semester 3
  • Berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu
  • Memiliki IPK minimal 3,00
  • Siap mengikuti seluruh kegiatan pembinaan
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain

Seleksi dilakukan secara ketat guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang membutuhkan.

Benefit yang Didapatkan

Mahasiswa yang dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Cahaya Pintar akan memperoleh sejumlah manfaat strategis, antara lain:

  • Biaya UKT ditanggung hingga Semester 8
  • Pembinaan dan mentoring eksklusif
  • Penguatan soft skill, kepemimpinan, dan karakter
  • Jejaring komunitas penerima beasiswa YBM PLN

Dukungan ini diharapkan mampu meringankan beban mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas lulusan UIN SATU Tulungagung.

Berkas yang Wajib Disiapkan

Untuk mengikuti seleksi, pendaftar diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen, di antaranya:

  • Surat Keterangan Tidak Mampu
  • Fotokopi KTP, KK, dan KTM
  • KHS Semester 3 dan Surat
  • Pernyataan Aktif di Semester 4
  • Foto rumah (tampak depan, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi)
  • Surat keterangan penghasilan orang tua
  • Surat pernyataan/komitmen penerima Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN

Kelengkapan berkas menjadi salah satu penilaian penting dalam tahap seleksi administrasi.

Timeline Seleksi Beasiswa Cahaya Pintar 2026

Penyelenggara telah menetapkan jadwal seleksi sebagai berikut:

  • Pendaftaran: 20–25 Januari 2026
  • Pengumuman Administrasi: 29 Januari 2026
  • Wawancara: 3–4 Februari 2026
  • Pengumuman Penerimaan: 10 Februari 2026

Proses wawancara akan diinformasikan lebih lanjut dan dilakukan melalui grup WhatsApp bagi peserta yang lolos tahap administrasi.

Cara Daftar dan Kontak Informasi

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan berikut:

https://bit.ly/BCP_UINSATU

Bagi mahasiswa yang membutuhkan informasi lebih lanjut, panitia menyediakan layanan kontak humas di nomor: 📞 0822-3182-0660 (Humas)

Melalui Beasiswa Cahaya Pintar, YBM PLN kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dan menciptakan generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing.

Bagi mahasiswa UIN SATU Tulungagung yang memenuhi kriteria, program ini menjadi kesempatan emas untuk terus melangkah maju tanpa harus terhambat oleh keterbatasan ekonomi.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru