Laga PSIR vs Persikaba Panas di Stadion Krida Rembang, Manajemen Blora Sebut Ada Niat Membunuh

Reporter : Redaksi
Laga panas antara PSIR Rembang dan Persikaba menuai protes keras dari manajemen Blora. (Foto: Tangkapan layar video dari Bendahara Persikaba Blora, Umbaran Wibowo)

Rembang, MEMANGGIL.CO - Laga lanjutan Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang menghadapi PERSIKABA Blora yang digelar di Stadion Krida Rembang, Selasa (21/1/2026), berlangsung dalam tensi tinggi.

Pertandingan berakhir imbang tanpa gol 0–0, namun diwarnai permainan keras, kartu merah, serta cedera pemain yang memicu protes keras dari manajemen Persikaba Blora.

Baca juga: Deadline Terlewati, IPAL Tak Beres, Dapur SPPG Bogowanti Blora Terancam Tutup

Sejak kick-off babak pertama, duel antar pemain berjalan ketat dan keras. Benturan fisik kerap terjadi di berbagai lini, memaksa wasit beberapa kali menghentikan pertandingan untuk meredam situasi yang mulai memanas.

Puncak ketegangan terjadi ketika salah satu pemain Persikaba Blora diganjar kartu merah, membuat tim tamu harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Meski kalah jumlah pemain, Persikaba Blora tetap tampil disiplin dan mampu menahan tekanan PSIR Rembang hingga peluit akhir dibunyikan tanpa tercipta gol.

Pemain Persikaba Blora Cedera Usai Benturan Keras

Salah satu pemain Persikaba Blora mengalami luka serius pada bagian tubuhnya. (Istimewa)

Selain kartu merah, pertandingan ini juga menyisakan insiden cedera serius. Salah satu pemain Persikaba Blora mengalami benturan keras di lapangan dan harus menjalani perawatan medis intensif usai pertandingan.

Dokumentasi video singkat dan kondisi korban yang memperlihatkan luka di bagian tubuhnya kemudian beredar luas di media sosial, memicu keprihatinan sekaligus reaksi keras dari publik sepak bola Blora.

Baca juga: Bursa 19 Kandidat Ketua PKB Blora, Penentuan di Tangan DPP

Bendahara Persikaba Blora, Umbaran Wibowo, secara terbuka menyampaikan kegeramannya atas jalannya pertandingan yang dinilai terlalu keras dan membahayakan keselamatan pemain. Pernyataan tersebut ia sampaikan di sejumlah grup WhatsApp.

“Tolong diviralkan, pemain Rembang niat membunuh pemain Blora,” tegas Umbaran, seperti dikutip Memanggil.co, Rabu (21/1/2026).

Polisi yang juga mantan wartawan TVRI itu juga menegaskan bahwa tindakan yang mengarah pada kekerasan di lapangan tidak boleh ditoleransi dan harus mendapat hukuman berat.

“Harus disanksi seumur hidup. Kami akan protes ke Komdis,” ujarnya.

Baca juga: Wabup Blora Minta Petani Bersabar 10 Hari, Ungkap Dua Penyebab Utama Distribusi Pupuk Terganggu

Siap Tempuh Jalur Komdis PSSI

Manajemen Persikaba Blora memastikan akan melayangkan laporan resmi ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI agar insiden dalam laga tersebut dievaluasi secara menyeluruh dan objektif.

Insiden panas di Stadion Krida Rembang ini kembali menjadi sorotan tajam terhadap penegakan fair play di kompetisi Liga 4 Jawa Tengah yang sejatinya ditujukan sebagai ajang pembinaan pemain, bukan arena permainan keras tanpa kendali.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi pemain Persikaba Blora yang mengalami cedera dilaporkan masih dalam pemantauan tim medis.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru