Audiensi dengan Dirut BULOG RI, Bupati Blora Dorong Pabrik Gula GMM Kembali Beroperasi Demi Petani Tebu

Reporter : Redaksi
Foto bersama dengan Dirut Bulog RI. (Foto: Dok. Bupati Blora)

Blora, MEMANGGIL.CO - Upaya memperjuangkan nasib petani tebu dan keberlangsungan industri gula di Kabupaten Blora terus dilakukan Bupati Blora, H. Arief Rohman.

Terbaru, Bupati yang akrab disapa Gus Arief mendampingi audiensi para petani tebu dan pekerja pabrik dengan Direktur Utama Perum BULOG RI, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, guna menyampaikan aspirasi agar Pabrik Gula GMM BULOG Blora kembali beroperasi secara optimal.

Baca juga: Barongan Blora Menuju UNESCO, Komitmen Pemkab Jaga Identitas Budaya Daerah

Audiensi berlangsung di kantor pusat BULOG RI, Jakarta, dan turut dihadiri Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora H. Mustopa, Wakil Ketua DPRD Blora Chandra Lanova, serta jajaran Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Arief menegaskan pentingnya keberlanjutan operasional Pabrik Gula GMM BULOG di Blora sebagai tulang punggung ekonomi ribuan petani tebu dan pekerja pabrik.

Ia menyampaikan langsung berbagai keluhan serta harapan petani agar pabrik kembali beroperasi penuh dengan dukungan mesin dan sistem produksi yang lebih modern.

“Terima kasih kepada Bapak Direktur Utama BULOG RI atas waktu dan kesediaannya mendengarkan aspirasi kami. Harapan kami, Pabrik Gula GMM BULOG di Blora dapat kembali beroperasi dengan mesin yang lebih baik, sehingga petani tebu di Blora memiliki kepastian penyerapan hasil panen,” ujar Gus Arief.

Menurutnya, keberadaan pabrik gula di Blora memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga tebu, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan tenaga kerja lokal.

Oleh sebab itu, revitalisasi pabrik dan perbaikan sistem produksi menjadi kebutuhan mendesak.

Baca juga: Periode Kedua Gus Arief, Melanjutkan Pembangunan Blora di Masa Tantangan

Gus Arief juga menekankan bahwa sektor pertanian, khususnya tebu, merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Blora.

Jika pabrik gula dapat kembali beroperasi optimal, maka rantai ekonomi dari hulu ke hilir akan kembali bergerak, mulai dari petani, buruh angkut, hingga sektor jasa pendukung lainnya.

“Ini bukan hanya soal industri, tapi menyangkut hajat hidup ribuan keluarga di Blora. Kami berharap ada solusi konkret agar produksi gula di Blora bisa kembali berjalan maksimal,” tegasnya.

Direktur Utama BULOG RI, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti masukan tersebut dan mengkaji berbagai aspek teknis serta manajerial agar Pabrik Gula GMM Blora dapat kembali beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Baca juga: Blora Panen Penghargaan Sepanjang 2025, Bupati Arief Rohman: Hasil Kerja Bersama

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menambahkan, Pemkab Blora siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi daerah, pendampingan petani, hingga fasilitasi teknis yang dibutuhkan guna mendukung kebangkitan industri gula di Blora.

Senada, Ketua DPRD Blora H. Mustopa menegaskan bahwa lembaganya siap mengawal proses ini, termasuk dalam aspek penganggaran dan kebijakan daerah, agar kepentingan petani tebu dan pekerja pabrik dapat terakomodasi secara maksimal.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan kembali industri gula di Kabupaten Blora, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru