Blora, MEMANGGIL.CO - Jumlah pasien yang datang berobat ke RSUD dr R Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Manajemen rumah sakit menyebut lonjakan kunjungan tersebut seiring dengan pengembangan layanan kesehatan yang terus dilakukan.
Direktur RSUD dr R Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, mengatakan peningkatan kunjungan pasien menjadi indikator bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut semakin dipercaya masyarakat.
“Kunjungan pasien memang terus meningkat,” ujarnya, ditulis Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir pihak rumah sakit terus melakukan pengembangan layanan medis, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia.
“Kami terus menambah layanan dan tenaga medis,” kata drg. Wilys.
Data rumah sakit mencatat, kunjungan pasien rawat jalan mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada tahun 2023 tercatat sekitar 38 ribu kunjungan, kemudian meningkat menjadi lebih dari 59 ribu kunjungan pada 2024, dan kembali naik hingga sekitar 72 ribu kunjungan pada 2025.
“Trennya naik setiap tahun,” jelasnya.
Selain rawat jalan, peningkatan juga terjadi pada layanan rawat inap. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut terus bertambah dari tahun ke tahun.
“Rawat inap juga mengalami peningkatan,” ujar drg. Wilys.
Tak hanya itu, jumlah pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga menunjukkan tren serupa. Kunjungan pasien darurat meningkat dalam tiga tahun terakhir.
“Kunjungan IGD juga meningkat,” katanya.
drg. Wilys menjelaskan, peningkatan jumlah pasien tidak lepas dari penambahan sejumlah layanan medis di rumah sakit tersebut. Beberapa poli baru telah dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami membuka beberapa layanan baru,” ujarnya.
Beberapa layanan yang kini tersedia antara lain poli jantung, poli THT, poli rehabilitasi medik, poli jiwa, hingga layanan hemodialisa.
“Layanan itu untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dari berbagai layanan yang tersedia, poli penyakit dalam menjadi salah satu layanan dengan jumlah pasien terbanyak.
“Poli penyakit dalam masih paling banyak dikunjungi,” jelasnya.
Selain menambah layanan, rumah sakit juga memperkuat sumber daya manusia dengan menambah dokter spesialis serta tenaga kesehatan lainnya.
“Tenaga medis terus kami tambah,” ujarnya.
Pihak rumah sakit juga terus meningkatkan kualitas fasilitas serta sarana penunjang pelayanan kesehatan.
“Fasilitas pelayanan juga terus kami lengkapi,” kata drg. Wilys.
Ke depan, manajemen RSUD Cepu berencana melakukan sejumlah pengembangan lain, termasuk penambahan ruang perawatan khusus serta penyesuaian standar layanan kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan,” pungkasnya.