Stop Devisa Lari ke Luar Negeri, Kepala BPPIK Dorong Penguatan Fasilitas Kesehatan Nasional

Reporter : Adji
Kepala BPPIK, Aries Marsudiyanto (kanan) bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (tengah) saat mengunjungi RS. Kemenkes Surabaya (Adji/Memanggil.co )

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Pemerintah terus memperkuat sektor kesehatan nasional sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Salah satu langkah prioritas adalah menekan tingginya jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berobat ke luar negeri dengan menghadirkan fasilitas dan layanan medis berstandar internasional di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK), Aries Marsudiyanto, saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Menurut Aries, setiap tahun sekitar 212 ribu WNI menjalani pengobatan ke luar negeri, terutama ke Singapura dan Malaysia. Kondisi ini menyebabkan potensi devisa dalam jumlah besar mengalir keluar dari Indonesia.

“Harapan kita, anggaran sebesar itu bisa beredar di Indonesia. Presiden juga telah menekankan hal ini dengan dimulainya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Bali sebagai pusat layanan kesehatan berstandar internasional,” ujar Aries.

Untuk menyetarakan kualitas layanan medis nasional dengan negara tetangga, pemerintah saat ini memprioritaskan empat aspek utama.

Pertama, pembangunan infrastruktur. Pemerintah tengah membangun 66 fasilitas kesehatan baru, dengan rincian 20 unit telah selesai dibangun dan 12 unit sedang dalam tahap penyelesaian.

Kedua, modernisasi peralatan medis, yakni peningkatan standar alat kesehatan agar mampu menangani berbagai kasus penyakit kompleks.

Ketiga, peningkatan kualitas tenaga medis, dengan memastikan ketersediaan dokter spesialis dan tenaga kesehatan profesional di setiap fasilitas layanan.

Keempat, promosi dan sosialisasi masif, guna mengubah persepsi masyarakat agar semakin percaya terhadap kualitas layanan kesehatan di dalam negeri.

“Kita tidak perlu lagi ke luar negeri. Infrastruktur, peralatan, hingga kualitas dokter terus kita tingkatkan agar setara dengan Singapura atau negara maju lainnya,” tegas Aries.

Libatkan Media Bangun Kepercayaan Publik

Dalam kesempatan tersebut, Aries juga mengajak insan pers untuk turut serta mensosialisasikan kemajuan fasilitas kesehatan nasional.

Menurutnya, peran media sangat strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan medis dalam negeri.

“Saya mohon kepada rekan-rekan wartawan, mari kita bersama-sama menyosialisasikan kemajuan ini. Jika kualitas layanan kita sudah bagus, masyarakat harus tahu agar devisa kita tetap tinggal di Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru