Blora, MEMANGGIL.CO - Kilau emas dunia diprediksi belum akan meredup dalam waktu dekat. Setelah mencatatkan kenaikan fantastis sepanjang tahun 2025, harga logam mulia ini diramal bakal terus "terbang" hingga menembus angka psikologis baru di tahun 2026.
Bagi Anda yang menyimpan emas sejak awal tahun lalu, selamat! Anda mungkin sedang tersenyum lebar melihat saldo investasi Anda.
Kenaikan Fantastis di Luar Prediksi
Sepanjang tahun 2025, emas menjadi primadona yang mengalahkan instrumen investasi lainnya. Bayangkan saja, di awal 2025 harga emas dunia masih anteng di level USD 2.600 per troy ons. Namun, menutup tahun, harganya melonjak drastis hingga USD 4.400—alias naik sekitar 73 persen!
Angka ini jauh meninggalkan performa IHSG yang hanya naik 22 persen, apalagi Bitcoin yang justru memerah (turun sekitar 7,3 persen) di periode yang sama.
Di pasar domestik, trennya setali tiga uang. Harga emas Antam yang tadinya Rp 1,5 jutaan per gram di Januari 2025, melonjak jadi Rp 2,48 juta di pengujung tahun. Tak heran jika toko emas di berbagai sudut kota sempat kehabisan stok akibat diserbu warga.
Kenapa Harga Emas Naik Terus?
Setidaknya ada tiga alasan utama mengapa emas mendadak jadi "barang rebutan" dunia:
- Dunia Lagi Gak Baik-baik Saja: Perang militer dan ketegangan dagang global membuat investor cemas. Saat situasi tidak pasti, emas dianggap sebagai safe haven atau pelabuhan aman untuk menyelamatkan aset.
- Fenomena Dedolarisasi: Banyak negara mulai "alergi" dengan Dolar AS. Negara-negara blok BRIICS (termasuk Indonesia) mulai mengurangi ketergantungan pada Dolar dan beralih mengoleksi emas sebagai cadangan devisa.
- Bank Sentral Borong Emas: Bukan cuma masyarakat biasa, bank-bank sentral dunia (terutama China, Rusia, dan India) terpantau memborong ribuan ton emas untuk memitigasi risiko gagal bayar aset kertas.
Ramalan 2026: Tembus USD 5.000?
Lantas, bagaimana prospeknya di tahun 2026? Analis dari lembaga keuangan raksasa seperti JP Morgan dan Morgan Stanley memprediksi harga emas dunia bisa menyentuh USD 5.000 per troy ons pada akhir tahun ini.
Apalagi, kebijakan bank sentral (termasuk Bank Indonesia) yang cenderung menurunkan suku bunga membuat simpanan di bank jadi kurang menarik. Alhasil, uang mengalir deras ke emas.
Tips Buat Investor Pemula
Meski prospeknya cerah, Anda perlu waspada. Saat ini spread (selisih harga jual dan harga beli/buyback) masih cukup lebar. Artinya, pasar masih sangat fluktuatif.
Bagi generasi Milenial dan Gen Z yang anti-ribet, emas digital bisa jadi pilihan. Anda tidak perlu pusing memikirkan tempat penyimpanan fisik dan bisa bertransaksi lewat aplikasi kapan saja dengan modal receh.
Kesimpulannya: Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan suplai emas terbatas, "Si Kuning" diprediksi tetap akan menjadi raja investasi di 2026.
Editor : Redaksi