3 Kasus Keracunan Siswa MBG di Tuban Tak Kunjung Terungkap

Reporter : Redaksi
Pelajar SMP Negeri I Montong ketika dibawa ke Puskesmas usai menyantap menu MBG. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Tiga kasus dugaan keracunan siswa setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban hingga kini belum juga terungkap penyebab pastinya, Kamis (29/1/2026). Meski kejadian terjadi berulang, pemerintah daerah belum mampu memberikan penjelasan terbuka terkait sumber dan faktor utama keracunan tersebut.

Kasus pertama terjadi pada tahun 2025 di SMK Negeri Palang. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu nasi goreng dari program MBG. Kondisi para korban kala itu cukup serius, mulai dari pusing, mual, hingga muntah darah, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: Status Tersangka Tak Goyahkan 3 Kursi Kades, Pemkab Tuban: Kita Melangkah Sesuai Regulasi

Insiden serupa kembali terjadi pada 15 Juli 2025. Kali ini, sejumlah pelajar SMA Negeri 1 Tambakboyo dan SMK Tambakboyo dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah masing-masing.

Insiden di Montong 

Terbaru, belasan siswa SMP Negeri 1 Montong diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu ikan pindang goreng dalam program MBG, Selasa (27/1/2026). Dimana, belasan siswa mengeluhkan mual dan gatal-gatal, hingga harus mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.

Meski tiga peristiwa tersebut telah menimbulkan korban dari kalangan pelajar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban belum pernah mengungkap secara terbuka penyebab pasti keracunan. Setiap kali dikonfirmasi, pihak Dinkes kerap berdalih masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Janji Dinkes Tuban 

Terbaru, Dinkes Tuban kembali menyampaikan bahwa sampel makanan MBG tengah diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tuban. Hasil pemeriksaan tersebut disebut akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

“Masih dalam pengecekan di Labkesda. Hasilnya menunggu sekitar tiga hari,” ujar drg. Roikan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban.

Namun demikian, janji pengungkapan ini justru memunculkan catatan sejumlah polemik, mengingat kasus serupa sebelumnya juga tidak pernah dipaparkan hasil akhirnya kepada publik.

Baca juga: Waspada!, Penipuan Berkedok Kasat Reskrim Polres Tuban Incar Pengusaha Lewat WhatsApp

Minimnya transparansi ini semakin memperkuat sorotan terhadap lemahnya pengawasan dan evaluasi program MBG di Tuban.

Bahkan, Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, saat dimintai keterangan terkait evaluasi dan penyebab utama keracunan siswa MBG, juga belum memberikan penjelasan.

Wabup Tuban menyarankan untuk bertanya kepada Rahmad, Satgas Pengawas MBG Tuban. Namun, ketika dikonfirmasi masih belum memberikan respon.

Polisi Turun Tangan 

Di tengah kebuntuan penjelasan dari pemerintah daerah, aparat kepolisian kini mulai turun tangan. Polres Tuban mendalami dugaan kelalaian prosedur dalam pendistribusian dan pengolahan makanan MBG, khususnya pada kasus terbaru di Kecamatan Montong.

Baca juga: Di Tengah Polemik, SPPG Tegalbang Tuban Pilih Jalur Damai

“Kami arahkan untuk melakukan cek tempat kejadian perkara,” tegas Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby.

Belasan Pelajaran Masuk Puskesmas Montong 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden di SMP Negeri 1 Montong bermula saat para siswa menerima menu MBG yang didistribusikan dari dapur atau SPPG di Desa Montong Sekar, kecamatan setempat, Selasa (27/1/2026). Dimana, menu tersebut terdiri dari nasi putih, sayur asam, pindang goreng, tempe, dan buah jeruk. 

Tak lama setelah menyantap makanan, sejumlah siswa mengeluhkan mual dan gatal-gatal. Dugaan sementara mengarah pada ikan pindang yang tidak higienis sebagai pemicu utama keracunan. 

Akibat kejadian tersebut, para siswa harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru