Belajar dari KEK Batang, Gus Arief Dorong Industrialisasi Berbasis Gas Blora

Reporter : Redaksi
Bupati Blora, H. Arief Rohman alias Gus Arief. (Foto: Dok. Bupati Blora)

Batang, MEMANGGIL.CO - Bupati Blora H. Arief Rohman yang akrab disapa Gus Arief menegaskan komitmennya memperjuangkan keadilan pengelolaan sumber daya alam, khususnya gas bumi Blora, agar tidak hanya dinikmati oleh kawasan industri di luar daerah penghasil.

Hal tersebut disampaikan Gus Arief saat melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Terpadu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang, Jawa Tengah. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya belajar dan benchmarking terhadap pengembangan kawasan industri nasional yang kini menjadi magnet investasi global.

Di KEK Batang, Gus Arief melihat langsung perkembangan kawasan industri yang telah menarik sedikitnya 26 perusahaan internasional yang sedang dalam proses pembangunan pabrik. Kawasan ini tumbuh pesat berkat dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta pasokan energi yang stabil.

Namun, di balik kemajuan tersebut, Gus Arief menyoroti satu fakta penting: gas alam yang digunakan oleh industri di KEK Batang berasal dari Kabupaten Blora, tepatnya dari PPGJ Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

“Blora adalah daerah penghasil gas bumi. Sudah sepatutnya masyarakat Blora juga merasakan manfaat langsung dari kekayaan alamnya,” tegas Gus Arief, ditulis Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, selama ini Blora cenderung ditempatkan sebagai daerah hulu, sementara nilai tambah justru tumbuh di daerah lain yang memiliki kawasan industri. Kondisi ini, kata Gus Arief, perlu dikoreksi melalui kebijakan yang lebih berkeadilan.

Pemerintah Kabupaten Blora, lanjut Gus Arief, berencana mengajukan usulan resmi kepada Pemerintah Pusat agar sebagian alokasi gas alam Blora dapat digunakan untuk menopang pembangunan kawasan industri di Blora.

“Tidak harus besar di awal. Yang penting ada slot alokasi gas untuk membuka jalan industrialisasi di Blora. Dari situlah efek berganda ekonomi bisa tumbuh,” ujarnya.

Gus Arief menilai, keberadaan kawasan industri berbasis gas bumi akan menjadi lompatan besar bagi perekonomian Blora. Selain membuka lapangan kerja, kawasan industri juga akan memperkuat pendapatan asli daerah (PAD), mempercepat transfer teknologi, dan mendorong tumbuhnya usaha lokal.

Saat ini, Pemkab Blora mulai memetakan sejumlah alternatif lokasi kawasan industri, mulai dari Blora Selatan, Blora Timur, hingga Blora Barat. Kajian akan mempertimbangkan aspek tata ruang, konektivitas jalan, kedekatan dengan sumber energi, serta dampak lingkungan dan sosial.

“Kami ingin pembangunan industri di Blora berjalan terencana, berkelanjutan, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Gus Arief.

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan semata kepentingan Blora, tetapi juga bagian dari agenda nasional untuk pemerataan pembangunan dan penguatan daerah penghasil sumber daya alam.

Gus Arief berharap Pemerintah Pusat dapat membuka ruang dialog dan memberikan dukungan kebijakan agar Blora tidak terus berada di posisi pinggiran dalam peta industrialisasi nasional.

“Blora siap naik kelas. Bukan hanya sebagai pemasok energi, tapi juga sebagai daerah industri yang maju dan berdaya saing,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru