Reses di Karanganyar: Sumanto Terima Keluhan Sampah dan Banjir, Tawarkan Solusi serta Janji Atasi Prioritas

Reporter : Teguh Arianto
Reses Masa Sidang II Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto di Kabupaten Karanganyar. (Dok. Istimewa)

Karanganyar, MEMANGGIL.CO - Ketua DPRD Jateng Sumanto menerima sejumlah keluhan warga terkait persoalan sampah yang menumpuk dan banjir akibat tersumbatnya saluran air saat melakukan kegiatan reses di Kabupaten Karanganyar. Selain itu, terbatasnya dana akibat efisiensi anggaran juga menjadi permasalahan dalam menangani pembangunan infrastruktur.
 
Camat Colomadu Dwi Adi Susilo menjelaskan, permasalahan tersebut semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah penduduk. Banyak warga yang membangun rumah dan usaha namun menutup saluran air, sehingga gorong-gorong tersumbat dan menyebabkan banjir saat hujan deras. 

"Perlu terus disosialisasikan ke masyarakat, boleh membangun tapi jangan menutup saluran air," katanya.


 
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar Joko Pramono menambahkan, tersumbatnya saluran air tidak hanya menyebabkan banjir tetapi juga membuat jalan aspal cepat rusak dan berlubang, membahayakan pengendara. 

"Meski jalan baru diperbaiki beberapa bulan, akibat genangan air bisa langsung rusak," ujarnya. 

Ia berharap Sumanto dapat membantu menyalurkan bantuan program pembangunan mengingat dana desa yang signifikan turun akibat efisiensi.
 
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar Ratri Listyowati menyatakan, para Kepala Desa sangat antusias mengonsultasikan rencana pengembangan ekonomi dan infrastruktur, terutama terkait percepatan pembangunan jalan dan fasilitas umum. 

"Kami akan mengawal usulan tersebut agar benar-benar terealisasi dan bermanfaat bagi warga," jelasnya.
 
Menanggapi keluhan tersebut, Sumanto menyatakan bahwa persoalan sampah dan saluran air berpotensi menjadi masalah serius ke depan. Ia mendukung normalisasi saluran air dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

Untuk masalah sampah, ia menawarkan solusi edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga dengan menyediakan kantong plastik warna berbeda untuk sampah dapat didaur ulang, organik, dan tidak dapat didaur ulang.
 
Sumanto juga mengungkapkan kondisi efisiensi anggaran yang berdampak pada pembangunan: APBD Jateng tahun ini terpangkas hampir Rp2 triliun, APBD Kabupaten Karanganyar turun Rp372 miliar, dan dana desa yang semula Rp1 miliar kini hanya Rp300 juta. 

"Aspirasi akan kami pertimbangkan dengan skala prioritas. Meski ada efisiensi, minimal masalah yang paling berat bisa teratasi," pungkasnya. (ADV)

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru