Surabaya, MEMANGGIL.CO – Pergerakan harga emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Setelah mengalami tekanan dalam dua hari terakhir, logam mulia diproyeksikan berpeluang mengalami penguatan terbatas seiring pelaku pasar mencermati perkembangan dolar AS dan arah kebijakan suku bunga global.
Sejumlah analis komoditas memperkirakan harga emas dunia berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan rebound tipis. Jika tekanan dolar mulai mereda, harga emas berpeluang kembali menguat karena permintaan aset lindung nilai (safe haven) masih cukup solid.
Di pasar domestik, harga emas batangan 24 karat diprediksi bergerak mengikuti tren global dengan potensi kenaikan tipis di kisaran Rp5.000 hingga Rp15.000 per gram. Namun demikian, volatilitas masih cukup tinggi sehingga pergerakan harga tetap bergantung pada sentimen eksternal.
Faktor utama yang memengaruhi harga emas dalam jangka pendek antara lain:
1. Pergerakan Dolar AS – Penguatan dolar biasanya menekan harga emas.
2. Ekspektasi Suku Bunga – Sinyal pengetatan moneter cenderung membuat emas kurang diminati.
3. Ketegangan Geopolitik – Ketidakpastian global dapat mendorong lonjakan harga.
4. Permintaan Fisik dan Investasi – Termasuk pembelian emas ritel di dalam negeri.
Pelaku pasar disarankan tetap mencermati pergerakan harga secara real time sebelum mengambil keputusan investasi. Dalam kondisi pasar yang dinamis, strategi bertahap (averaging) dinilai lebih aman dibandingkan pembelian dalam jumlah besar sekaligus.
Meski sempat terkoreksi, harga emas sepanjang Februari 2026 masih berada di level historis tinggi, menunjukkan daya tarik logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.