Blora, MEMANGGIL.CO - Jalan rusak dan berlubang di depan SMA 1 Jepon, Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, akhirnya diperbaiki. Bukan oleh proyek besar pemerintah kabupaten, melainkan melalui kerja bakti swadaya warga RT 03 RW 01 yang turun langsung menambal badan jalan dengan material sirtu.

Langkah itu diambil setelah keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang dipenuhi abu gadul dan kerap tergenang saat hujan tak kunjung mendapat perbaikan permanen. Padahal, jalur tersebut merupakan akses utama warga sekaligus berada di kawasan rest area kuliner yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.

Tokoh masyarakat Desa Tempellemahbang, Abdul Muchid, menyebut kondisi jalan sudah lama dikeluhkan, terutama karena membahayakan pengendara dan pelajar yang melintas.

“Berawal dari keluhan masyarakat, saya selaku Ketua RT berinisiatif mengajak warga untuk swadaya. Warga RT 03 bersama BUMDes sepakat membeli material. Alhamdulillah juga ada dukungan dari pemerintah desa dan Forkopimcam Jepon yang membantu dua truk sirtu atau grosok,” ujarnya.

Perbaikan yang dilakukan masih bersifat sementara. Material sirtu ditaburkan untuk menutup lubang dan meratakan permukaan jalan agar tidak lagi membahayakan pengguna. Namun warga berharap langkah darurat ini segera ditindaklanjuti dengan perbaikan permanen, seperti pengecoran atau pavingisasi.

“Kalau hanya ditambal, saat hujan deras bisa rusak lagi. Harapan kami, Pemkab Blora memberi perhatian serius karena ini jalur vital,” tambahnya.

Kerja bakti tersebut juga dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Jepon, mulai dari camat, kapolsek beserta anggota, danramil, perangkat desa, hingga masyarakat setempat.

Sate Pak Rizki

Plt. Camat Jepon, Andi Nurrohman, mengapresiasi inisiatif warga yang tidak menunggu, tetapi memilih bertindak demi keselamatan bersama.

“Ini bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Gotong royong seperti ini mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Tempellemahbang, Kasbi, menegaskan bahwa jalan tersebut bukan hanya melayani aktivitas warga setempat. Jalur itu menjadi penghubung antarwilayah, mulai dari Kecamatan Jepon, Jiken hingga Bogorejo, sehingga perannya strategis bagi mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Musim hujan membuat genangan sulit dihindari. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Namun tentu harapan kami ada perbaikan permanen dari pemerintah kabupaten,” tegasnya.

Kerja bakti ini menjadi cermin kuatnya solidaritas warga desa. Di tengah keterbatasan, masyarakat memilih bergerak bersama. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa infrastruktur dasar yang vital semestinya menjadi prioritas pembangunan daerah, bukan sekadar ditangani secara darurat oleh swadaya warga.