Candu Judi Online, Dua Pemuda Tuban Nekat Bobol 13 Sekolah

Reporter : Arief Wibowo
Wakapolresta Tuban Kompol Supiyan ketika menunjukkan barang bukti hasil kejahatan para pelaku. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO — Dua pemuda di Kabupaten Tuban diduga nekat melakukan serangkaian aksi pembobolan sekolah untuk mendapatkan uang karena terjerat aktivitas judi online.

Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya diduga telah beraksi di 13 sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Baca juga: Tutup Fesyar Jawa 2026, Wagub Emil Dardak Dorong Akselerasi Ekspor Halal

Kedua pemuda tersebut yakni AHN (22), warga Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan, dan KTH (22), warga Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo. Keduanya diamankan polisi di rumah masing-masing setelah identitas mereka berhasil diungkap melalui serangkaian penyelidikan.

Wakapolresta Tuban Kompol Supiyan mengatakan, kedua pelaku diduga merupakan spesialis pembobol sekolah.

"Mereka diamankan di rumahnya, dan memang spesialis pembobol sekolahan," ujar Supiyan kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Bobol Sekolah, Tiga Laptop Dibawa Kabur

Salah satu aksi yang menjadi bagian dari pengungkapan perkara tersebut terjadi di UPT SDN Mulyoagung 2, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Kasus tersebut pertama kali diketahui SK (57) ketika hendak membersihkan lingkungan sekolah.

Saat itu, SK mendapati pintu kantor guru dalam kondisi rusak karena dicongkel dan terbuka. Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi ruang guru juga terlihat berantakan.

Pihak sekolah kemudian mengecek rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut terlihat pelaku beraksi pada malam hari dengan cara mencongkel dan merusak pintu kantor guru sebelum masuk ke dalam ruangan.

Dalam aksi tersebut, pelaku membawa kabur tiga unit laptop merek HP berwarna silver.

Akibat kejadian itu, pihak sekolah mengalami kerugian materiil sekitar Rp20 juta. Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada Satreskrim Polresta Tuban.

Baca juga: Fesyar 2026 Sukses Gelar 312 Stand dan Transaksi Strategis, Emil Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Syariah Dunia

Polisi Ungkap 13 Lokasi

Setelah menerima laporan, polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi kedua pelaku.

AHN dan KTH kemudian diamankan di rumah masing-masing. Dalam pemeriksaan, keduanya mengakui telah melakukan pencurian di sejumlah sekolah.

Berdasarkan keterangan sementara kedua pelaku, polisi menemukan adanya dugaan aksi pencurian di 13 titik sekolah. Lokasi tersebut tersebar di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Rembang.

"Mereka memang spesialis pembobol sekolahan," kata Supiyan.

Barang yang diduga dicuri dari sejumlah lokasi tersebut cukup beragam. Di antaranya laptop, tablet, LCD proyektor, amplifier atau power, mixer, kamera hingga uang tunai.

Baca juga: Lapas Sukabumi Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Diduga Narkoba, Total 12,83 Gram

Untuk lokasi yang berada di wilayah Kabupaten Rembang, Polresta Tuban masih berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mendalami rangkaian aksi tersebut.

Polisi Sebut Pelaku Terjerat Judi Online

Dari pemeriksaan terhadap kedua pelaku, polisi juga menemukan dugaan aktivitas judi online yang dilakukan keduanya.

Supiyan menyebut kedua pelaku merupakan residivis dan diduga nekat melakukan aksi pencurian karena terlibat judi online.

"Kebiasaan yang bersangkutan ini adalah pelaku judol," tegasnya.

Lebih lanjut, polisi masih melakukan pengembangan untuk memastikan seluruh lokasi yang menjadi sasaran, mengidentifikasi barang hasil kejahatan, serta mendalami peran masing-masing pelaku dalam 13 aksi pencurian tersebut.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru