Dari Langkah Kecil, Pawala Muda Rawat Kebersamaan Anak Muda Lasem Rembang

Reporter : Miftachussolichin
Pawala Muda tengah foto bersama saat kegiatan jalan sehat pagi di Desa Karasgede Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang.

Rembang, MEMANGGIL.CO -Tidak selalu dibutuhkan sesuatu yang besar untuk memulai sebuah kebersamaan. Di Lasem, sejumlah anak muda menemukan cara sederhana untuk bertemu, berolahraga sekaligus menjaga hubungan, yakni dengan berjalan kaki bersama.

Dari langkah-langkah kecil itu kemudian lahir Pawala Muda, singkatan dari Perkumpulan Warga Lasem Muda. Komunitas yang awalnya hanya diikuti beberapa orang tersebut kini perlahan berkembang dan memiliki sekitar 15 anggota.

Ketua Pawala Muda, Jonathan Levyando, melalui Wakil Ketua Joyo Saputra, menuturkan bahwa komunitas tersebut bermula dari kegemaran sejumlah anak muda berjalan kaki. Jalan sehat kemudian menjadi kegiatan yang rutin dilakukan bersama.

“Komunitas pejalan kaki, jadi kita jalan kaki. Biasanya jalan sehatnya di desa-desa,” ujar Joyo.

Rute yang dipilih pun tidak selalu sama. Suasana pedesaan menjadi salah satu pilihan karena para anggota bisa berolahraga sekaligus menikmati perjalanan bersama.

Namun, Pawala Muda tidak langsung tumbuh dengan banyak anggota. Pada awalnya, hanya dua atau tiga orang yang berjalan bersama.

“Awalnya cuma dua orang, satu orang, tiga orang. Semuanya ikut, pokoknya yang mau ikut,” kata Joyo.

Dari beberapa orang tersebut, Pawala Muda kemudian tumbuh secara perlahan. Bukan dengan perekrutan besar-besaran, melainkan dari ajakan dan kemauan warga untuk ikut berjalan bersama.

Bagi Pawala Muda, jalan kaki akhirnya tidak lagi sekadar aktivitas olahraga.

Pertemuan yang berlangsung secara rutin membuat para anggota semakin dekat. Kegiatan komunitas pun berkembang menjadi aktivitas yang lebih bernuansa kekeluargaan.

Para anggota tidak selalu datang sendirian. Dalam sejumlah kegiatan, mereka juga mengajak pasangan dan anak-anak.

Salah satu bentuknya adalah makan bersama setelah berkegiatan.

“Misalnya ada yang ngajak anak-anak sama istri. Jadi kita waktu kumpul bisa ngajak anak dan istri, makan bersama,” tutur Joyo.

Dari sana, komunitas menjadi ruang bertemu yang lebih luas. Tidak hanya mempertemukan sesama anggota, tetapi juga memperkenalkan keluarga masing-masing.

Jalan kaki menjadi awal, sementara kebersamaan menjadi tujuan yang ingin terus dipelihara.

Lebih dari satu tahun berjalan, Pawala Muda ingin membuktikan bahwa komunitas tersebut bukan sekadar tren sesaat, Joyo menyebut para anggota memiliki harapan agar kegiatan yang mereka jalankan bisa bertahan dalam waktu panjang. Bahkan, mereka ingin tetap berjalan bersama sampai usia tua.

“Ini hampir setahun lebih. Harapannya kita awet sampai tua,” ungkapnya.

Bagi mereka, jalan kaki tidak ditempatkan sebagai proyek jangka pendek. Aktivitas tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang bisa terus dilakukan bersama.

“Jadi program jalan kaki ini bukan cuma proyek jangka pendek, tetapi jangka panjang,” lanjut Joyo.

Merawat Langkah dan Pertemanan

Ada hal sederhana yang membuat Pawala Muda terus berjalan yaitu kemauan untuk meluangkan waktu dan berkumpul.

Tidak ada tuntutan harus menjadi atlet. Tidak ada pula target tertentu yang harus dicapai. Siapa saja yang ingin ikut, dipersilakan bergabung.

Dari dua atau tiga orang yang memulai langkah, kini sekitar 15 orang ikut menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Bagi Pawala Muda, setiap langkah memiliki cerita. Jalan desa menjadi tempat mereka berolahraga, sementara perjalanan bersama menjadi cara untuk merawat pertemanan.

Ke depan, mereka ingin mempertahankan kegiatan jalan sehat dan berbagai aktivitas bersama lainnya. Harapannya, Pawala Muda tidak hanya menjadi komunitas yang hadir ketika masih muda, tetapi menjadi ruang kebersamaan yang terus tumbuh seiring bertambahnya usia para anggotanya.

Sebab, bagi mereka, yang penting bukan seberapa jauh perjalanan yang ditempuh, melainkan dengan siapa perjalanan itu dijalani.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru