Jakarta, MEMANGGIL.CO - Pergantian pucuk pimpinan Polri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto diikuti perombakan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri.

Peralihan kepemimpinan Polri ditandai dengan penyerahan Panji-Panji Polri Tribrata dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto dalam upacara di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Sehari setelah pergantian tersebut, Suyudi menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Telegram tersebut memuat mutasi dan rotasi 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri, termasuk sejumlah pejabat utama Mabes Polri.

Sejumlah posisi strategis yang bergeser antara lain Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Bareskrim, Kepala Baharkam, Kepala Lemdiklat, hingga Asisten Kapolri bidang perencanaan dan sumber daya manusia.

Komjen Pol Asep Edi Suheri yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya diangkat sebagai Irwasum Polri. Posisi Kapolda Metro Jaya selanjutnya ditempati Irjen Pol Dadang Hartanto yang sebelumnya merupakan Kapolda Maluku.

Sementara itu, posisi Kabaintelkam Polri dipercayakan kepada Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti. Ia menggantikan Komjen Pol Yuda Gustawan yang dimutasikan sebagai Pati Baintelkam Polri dalam penugasan pada KSP.

Perubahan juga terjadi di tubuh Bareskrim. Irjen Pol Asep Safrudin yang sebelumnya menjabat Kapolda Kepulauan Riau diangkat sebagai Kabareskrim Polri. Pejabat sebelumnya, Komjen Pol Syahardiantono, dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri dalam penugasan pada KSP.

Untuk jabatan Kabaharkam Polri, Irjen Pol Hery Herjawan yang sebelumnya Kapolda Riau ditunjuk mengisi posisi tersebut. Jabatan Kapolda Riau selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol Arman Achdiat.

Rotasi juga menyentuh posisi Kalemdiklat Polri. Irjen Pol Rudi Darmoko yang sebelumnya menjabat Kapolda Nusa Tenggara Timur diangkat sebagai Kalemdiklat Polri, sedangkan posisi Kapolda NTT selanjutnya ditempati Irjen Pol Reza Arief Dewanto.

Di jajaran perencanaan, Irjen Pol Andik Setiyono diangkat sebagai Astamarena Kapolri. Sementara Brigjen Pol Agus Dwi Hermawan mendapat penugasan sebagai Aslog Kapolri dan Brigjen Pol Deni Dharmapala sebagai As SDM Kapolri.

Perubahan jabatan juga terjadi pada sejumlah satuan strategis lainnya, termasuk Kadiv Propam, Kadivkum, Kadiv TIK, Kadensus 88 Antiteror, serta beberapa posisi di Bareskrim dan Baharkam.

Dalam keterangannya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi dan rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny.

Dengan demikian, pergantian Kapolri tidak hanya menandai perubahan kepemimpinan di tingkat tertinggi, tetapi juga diikuti penataan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri dan kewilayahan.