Semarang, MEMANGGIL.CO - Pertanyaan kapan gempa megathrust terjadi di Indonesia kembali ramai diperbincangkan. Potensi gempa besar dari sejumlah zona subduksi memang menjadi perhatian karena Indonesia berada di kawasan yang memiliki aktivitas tektonik tinggi.
Namun, masyarakat perlu membedakan antara potensi gempa megathrust dan prediksi waktu terjadinya gempa. Hingga saat ini, ilmu pengetahuan belum mampu menentukan secara pasti kapan gempa bumi akan terjadi, termasuk tanggal, lokasi, maupun kekuatannya.
Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi Kementerian ESDM Supartoyo menjelaskan bahwa teknologi yang tersedia saat ini belum dapat digunakan untuk meramalkan gempa secara akurat.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui video yang diunggah akun resmi ESDM pada 27 September 2026. Menurutnya, penelitian mengenai gempa terus berkembang, tetapi kemampuan untuk menentukan waktu pasti terjadinya gempa masih belum tersedia.
Dengan demikian, belum ada tanggal yang dapat disebut sebagai waktu terjadinya gempa megathrust di Indonesia. Informasi mengenai keberadaan zona megathrust merupakan bagian dari kajian potensi bahaya dan mitigasi bencana, bukan ramalan bahwa gempa besar akan terjadi pada hari atau bulan tertentu.
BMKG juga menjelaskan bahwa istilah megathrust berkaitan dengan zona pertemuan lempeng tektonik yang dapat menjadi sumber gempa besar. Karena itu, keberadaan zona tersebut perlu dipahami sebagai potensi bahaya yang harus diantisipasi.
Salah satu wilayah yang kerap menjadi perhatian adalah zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Kedua wilayah tersebut disebut sebagai seismic gap karena dalam catatan sejarah terdapat periode panjang tanpa gempa besar pada segmen tertentu.
BMKG mencatat gempa besar di kawasan Selat Sunda terakhir terjadi pada 1757, sementara Mentawai-Siberut memiliki catatan gempa besar pada 1797. Meski demikian, lamanya suatu wilayah tidak mengalami gempa besar tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan kapan gempa berikutnya akan terjadi.
Istilah “tinggal menunggu waktu” yang kerap digunakan dalam pembahasan megathrust juga tidak berarti gempa dipastikan terjadi dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut lebih berkaitan dengan keberadaan potensi sumber gempa yang perlu diperhitungkan dalam upaya mitigasi.
Secara sederhana, megathrust merupakan zona pada batas pertemuan lempeng ketika salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Pada zona tertentu, proses tersebut dapat menyimpan energi yang kemudian dilepaskan dalam bentuk gempa bumi berkekuatan besar.
Indonesia memiliki sejumlah zona subduksi dan megathrust yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi geografis tersebut membuat pemantauan aktivitas kegempaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi risiko bencana.
Sejumlah gempa besar yang pernah terjadi di Indonesia juga berkaitan dengan aktivitas zona subduksi. Gempa dan tsunami Aceh pada 2004 serta gempa Nias pada 2005 menjadi contoh peristiwa besar yang menunjukkan besarnya energi yang dapat dilepaskan dari proses tektonik.
Meski potensi tersebut nyata, tidak berarti setiap zona megathrust akan segera menghasilkan gempa besar. Sampai sekarang belum ada metode ilmiah yang mampu memberikan kepastian mengenai kapan sebuah gempa besar akan terjadi.
Masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyebut tanggal atau waktu tertentu sebagai jadwal terjadinya gempa megathrust. Informasi mengenai gempa dan tsunami sebaiknya merujuk pada kanal resmi BMKG, Badan Geologi, BNPB, serta instansi kebencanaan terkait.
Yang dapat dilakukan masyarakat adalah meningkatkan kesiapsiagaan. Mulai dari memahami kondisi bangunan tempat tinggal, mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan kebutuhan darurat, hingga memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa dan peringatan tsunami.
Jadi, kapan gempa megathrust Indonesia terjadi? Sampai saat ini tidak ada pihak yang dapat memberikan tanggal pastinya. Yang telah diketahui adalah adanya sejumlah zona yang memiliki potensi menghasilkan gempa besar, sementara waktu pelepasan energi tersebut belum dapat diprediksi secara akurat oleh teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini.