Blora, MEMANGGIL.CO - Tidak semua wilayah Kabupaten Blora memiliki jumlah kejadian kebakaran yang sama. Data Damkar Satpol PP Kabupaten Blora hingga 6 Oktober 2026 menunjukkan Kecamatan Blora, Cepu dan Ngawen menjadi tiga wilayah dengan catatan kejadian paling tinggi.

Kecamatan Blora mencatat 34 kejadian, Cepu 29 kejadian dan Ngawen 27 kejadian. Setelah itu terdapat Randublatung dengan 20 kejadian dan Sambong sebanyak 17 kejadian.

Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Blora Hariyanto Purnomo mengatakan, data tersebut menjadi gambaran bahwa kewaspadaan harus dilakukan di seluruh wilayah.

“Setiap wilayah memiliki potensi kebakaran. Masyarakat harus tetap waspada, terutama ketika kondisi lingkungan kering,” ujarnya, ditulis Rabu (7/10/2026). 

Jepon tercatat 16 kejadian, Kunduran dan Tunjungan masing-masing 11 kejadian. Banjarejo mencatat 10 kejadian, sedangkan Japah dan Kedungtuban masing-masing sembilan kasus.

Jati tercatat delapan kejadian, Jiken tujuh kejadian, sementara Todanan dan Kradenan masing-masing tiga kejadian. Bogorejo tercatat satu kejadian dalam data.

Tingginya kasus pada sejumlah wilayah tidak serta-merta menunjukkan satu penyebab tunggal. Aktivitas masyarakat, kondisi lingkungan, kelistrikan dan karakter objek yang terbakar menjadi bagian dari persoalan yang perlu diperhatikan.

“Yang paling penting adalah pencegahan dan pelaporan secepat mungkin ketika terjadi kebakaran,” kata Hariyanto.