Blora, MEMANGGIL.CO -Ancaman kebakaran di Kabupaten Blora tidak hanya datang dari lahan kering dan aktivitas membakar sampah. Data Damkar Satpol PP Kabupaten Blora menunjukkan sekitar 64 kejadian berkaitan dengan korsleting listrik setelah penyebab dalam data dikelompokkan.
Angka tersebut menjadi perhatian karena kebakaran akibat listrik dapat terjadi di rumah, tempat usaha maupun bangunan lainnya. Jika tidak segera diketahui, api dapat berkembang dengan cepat.
Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Blora Hariyanto Purnomo mengatakan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi instalasi listrik.
“Korsleting listrik juga menjadi salah satu penyebab yang cukup banyak kami temukan,” kata Hariyanto, ditulis Rabu (7/10/2026).
Salah satu kasus dengan kerugian terbesar terjadi pada kebakaran ruko di Kecamatan Ngawen. Kejadian pada Maret tersebut dalam data tercatat memiliki kerugian sekitar Rp4,5 miliar dan berkaitan dengan korsleting listrik.
Lebih lanjut, Hariyanto mengimbau masyarakat tidak menggunakan kabel atau sambungan listrik yang kondisinya sudah rusak. Beban listrik yang berlebihan juga perlu dihindari.
“Periksa instalasi listrik secara berkala dan jangan menggunakan kabel yang sudah rusak,” pungkasnya.