Surabaya, MEMANGGIL CO.— Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produsen Teh Gambyong di Desa Kemuning, Karanganyar, mencatatkan lonjakan kinerja bisnis signifikan setelah mendapatkan pendampingan dan pembukaan akses pasar dari Bank Indonesia (BI).
Omzet penjualan produk lokal tersebut melonjak hingga kisaran Rp250 juta sampai Rp300 juta per bulan pada 2026, naik tajam dari rata-rata Rp85 juta per bulan pada 2023.
Pemilik Produksi Teh Gambyong Kemuning, Eko Wuryanto, mengungkapkan, pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh ekspansi jaringan distribusi yang meluas. Jumlah mitra reseller Teh Gambyong melesat dari 235 mitra pada 2023 menjadi sekitar 620 mitra pada 2026.
"Produk teh olahan kami kini telah merambah pusat oleh-oleh di wilayah Solo Raya, Jawa Barat, Jawa Timur, Bekasi, hingga pengiriman berkala ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi," kata Eko dalam kegiatan Capacity Building Media, Selasa, 6 Oktober 2026.
Dalam menjalankan usahanya, Teh Gambyong mengusung konsep pemberdayaan masyarakat lokal melalui kemitraan bersama 26 petani teh setempat.
Hasil panen daun teh dibeli dengan harga minimal Rp5.000 per kilogram jauh di atas rata-rata harga jual ke pabrik di daerah lain yang berkisar Rp2.300 per kilogram.
"Model kemitraan ini menarik minat 15 petani tambahan dengan total luasan lahan sekitar 15 hektare untuk bergabung," ungkap Eko.
Selain memproduksi teh olahan, unit usaha ini dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi.
Menurutnya, wisatawan hingga kalangan akademisi diberikan akses mempelajari seluruh tahapan produksi, mulai dari pemetikan daun teh, pelayuan dengan mesin rotary, penggulungan, hingga proses pengeringan.
"Lokasi produksi ini juga rutin menjadi rujukan penelitian dan penyusunan skripsi mahasiswa dari Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sebelas Maret (UNS)," ujar Eko.
Di tengah tingginya permintaan pasar dan ekspansi usaha, manajemen tetap mengantisipasi tantangan pasokan bahan baku saat musim kemarau akibat melambatnya pertumbuhan pucuk daun teh.
"Untuk menjaga kelancaran pasokan, strategi stock management diterapkan secara maksimal selama musim penghujan agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi secara berkelanjutan" pungkas Eko.