Grobogan, MEMANGGIL.CO - Aktivitas mandi bersama teman berubah menjadi petaka di sebuah aliran irigasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Seorang pelajar berinisial JP (17), warga Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di irigasi Dusun Pulorejo, Desa Dimoro, Rabu (7/10/2026) sore.
JP datang ke lokasi bersama dua temannya, AAA (17) dan RZM (17). Ketiganya kemudian mandi di aliran irigasi yang memiliki lebar sekitar 12 meter dengan kedalaman air mencapai sekitar 2,1 meter.
Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto mengatakan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum kejadian, seorang warga yang melihat ketiga remaja itu sempat memperingatkan agar mereka tidak mandi di irigasi.
“Warga itu ke rumah setelah sempat mengingatkan. Rumahnya dekat irigasi. Tidak lama kemudian, warga itu mendengar teriakan ada orang tenggelam,” kata Joko.
Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung menuju lokasi. Upaya pertolongan kemudian dilakukan untuk menyelamatkan ketiga remaja yang berada di aliran irigasi.
Dua remaja, AAA dan RZM, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara JP belum ditemukan di sekitar lokasi awal mereka mandi.
Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya JP ditemukan sekitar 120 meter dari titik awal yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka. Petugas Polsek Toroh bersama Tim Inafis Polres Grobogan, tim medis Puskesmas Toroh 1 dan bidan desa kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban.
Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga menemukan cairan bercampur lumpur dan pasir keluar dari hidung, mulut dan telinga.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” beber Joko.
Selain itu, pasir bercampur lumpur juga ditemukan pada rambut korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi menduga JP meninggal akibat tenggelam.
“Dugaan sementara korban meninggal dunia karena tenggelam. Korban diduga tidak bisa berenang saat mandi di irigasi itu,” katanya.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di aliran irigasi. Kondisi kedalaman air, arus, serta kemampuan berenang perlu menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk mandi atau bermain air di lokasi terbuka.