Rembang, MEMANGGIL.CO - Kantor Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dibobol pencuri pada Selasa (13/10/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Aksi yang diduga dilakukan seorang diri itu terekam kamera pengawas atau CCTV.
Peristiwa tersebut baru diketahui perangkat desa saat tiba di kantor pada pagi hari. Mereka mendapati gembok pintu depan dalam kondisi rusak, diduga dirusak pelaku untuk masuk ke dalam kantor.
Akibat kejadian itu, dua unit laptop dan uang tunai sebesar Rp70 ribu dilaporkan hilang. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp9 juta.
Kapolsek Lasem, AKP M.S. Karim, mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan pencurian tersebut.
Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), gembok pintu depan ditemukan dalam kondisi rusak dan berada di bawah. Kondisi ruangan kantor desa juga berantakan, diduga karena pelaku mencari barang-barang berharga untuk dibawa kabur.
“ Sementara masih kita kembangkan. Dari perangkat desa maupun warga tidak mengenal pelaku yang menggunakan masker,” ujar Karim.
Usai melakukan pemeriksaan awal, anggota Polsek Lasem kemudian dibantu tim Inafis Polres Rembang untuk melakukan olah TKP lanjutan. Petugas identifikasi juga berupaya menemukan sidik jari yang kemungkinan ditinggalkan pelaku.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pencuri tersebut. Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk yang dapat membantu proses penyelidikan.
Kapolsek Lasem juga mengingatkan perangkat desa agar lebih waspada dan tidak meninggalkan barang berharga di kantor setelah jam kerja.
Menurutnya, laptop dan uang tunai sebaiknya dibawa pulang untuk mengurangi risiko pencurian. Jika terdapat penjaga kantor, pengawasan perlu dilakukan secara rutin, termasuk memastikan kamera CCTV berfungsi dengan baik.
“Kami mengimbau barang-barang berharga, baik itu laptop maupun uang, disarankan dibawa pulang. Kalau ada penjaga, sering-sering dicek, termasuk mengecek CCTV. Kami juga melakukan patroli di tempat-tempat yang rawan pencurian,” pungkasnya.
Kasus pencurian ini menjadi pengingat bagi kantor pemerintahan desa untuk meningkatkan sistem keamanan, terutama pada malam hari ketika aktivitas perkantoran telah selesai.