Surabaya, MEMANGGIL.CO - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mempercepat pengembangan Pani Gold Mine dengan menyiapkan fasilitas pengolahan emas Carbon-in-Leach (CIL) Fase 2. Ekspansi ini ditargetkan meningkatkan kapasitas produksi gabungan menjadi 500.000–700.000 ons emas per tahun.

Direktur Utama EMAS, Boyke P. Abidin, mengatakan pembangunan fasilitas CIL kedua akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mempercepat potensi arus kas perusahaan.

"Rencana kami untuk membangun fasilitas CIL kedua akan meningkatkan kapasitas produksi emas Pani secara signifikan, sementara akselerasi Fase 2 akan memungkinkan kami untuk mempercepat realisasi arus kas di masa depan," ujar Boyke dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Kapasitas gabungan tersebut meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya, yakni 250.000–350.000 ons emas per tahun. Namun, target itu baru dapat direalisasikan setelah kedua fasilitas selesai dibangun, beroperasi, dan melewati tahap uji coba.

Saat ini, fasilitas CIL Fase 1 masih dalam tahap konstruksi dengan kapasitas pemrosesan 12 juta ton per tahun (Mtpa). Kapasitasnya berpotensi ditingkatkan hingga 14,4 juta ton per tahun.

Perseroan melaporkan pekerjaan rekayasa dasar telah selesai, sedangkan rekayasa rinci terus berjalan. Pengadaan peralatan utama juga telah dipersiapkan dan kontraktor konstruksi sudah dimobilisasi ke lokasi.

Pekerjaan sipil mulai dilakukan di area penggilingan, pelindian, dan pengentalan. Pembangunan fasilitas penyimpanan tailing atau Tailing Storage Facility (TSF), termasuk bendungan pengelak dan sistem pengalihan air, juga terus berjalan.

Infrastruktur Fase 2 Disiapkan
Desain CIL Fase 1 telah memperhitungkan kebutuhan pengembangan fasilitas kedua. Sejumlah infrastruktur, seperti sistem penghancuran, pengangkutan, penumpukan, utilitas air, dan sistem reagen, disiapkan untuk mendukung ekspansi berikutnya.

Menurut Boyke, rancangan tersebut memungkinkan penambahan kapasitas dilakukan secara terintegrasi dengan fasilitas yang sedang dibangun.

EMAS juga tengah memperbarui studi kelayakan (feasibility study) yang mencakup Fase 2. Kajian tersebut akan memuat revisi profil produksi, kebutuhan modal, dan nilai keekonomian proyek.

Perseroan menargetkan pengembangan ini memperkuat skala operasi Pani Gold Mine serta meningkatkan potensi kontribusinya terhadap pendapatan dan arus kas pada masa mendatang.

Meski demikian, target produksi masih bergantung pada penyelesaian konstruksi dan kesiapan operasional. EMAS turut mencatat risiko berupa volatilitas makroekonomi, gangguan rantai pasok, kompleksitas operasional, serta perubahan regulasi yang dapat memengaruhi jadwal proyek.