Blora, MEMANGGIL.CO - Kesulitan air bersih akibat kemarau mendorong Rabithatul Khirrij Lil Ma’had Khozinatul Ulum Blora (Rokhmana) bergerak membantu warga di sejumlah desa di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora, organisasi alumni tersebut menyalurkan bantuan air bersih dengan menyasar desa-desa yang di sana terdapat alumni Pondok Pesantren Khozinatul Ulum.
Hingga saat ini, sebanyak 12 tangki air bersih telah disalurkan. Rokhmana menargetkan bantuan mencapai 20 tangki dalam waktu dekat, dengan kemungkinan penambahan apabila kebutuhan warga masih tinggi dan kondisi kekeringan berlanjut.
Ketua Rokhmana Kunduran, Jamhuri, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian para alumni terhadap desa-desa yang membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau.
“Bantuan air bersih ini kami sasar ke desa-desa di Kunduran yang mayoritas alumni Ponpes Khozinatul Ulum. Kami berupaya hadir membantu masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan air bersih,” kata Jamhuri kepada Memanggil.co, Jumat (16/10/2026).
Jamhuri yang juga anggota DPRD Kabupaten Blora itu menyebutkan, penyaluran bantuan telah menjangkau delapan desa, yakni Klokah, Karanggeneng, Jagong, Kemiri, Cungkup, Kodokan, Buloh, dan Sempu.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui kerja sama dengan Baznas Blora. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan bantuan sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
Target 20 Tangki Air Bersih
Rokhmana Kunduran tidak berhenti pada 12 tangki yang telah disalurkan. Dalam waktu dekat, organisasi alumni Ponpes Khozinatul Ulum tersebut menargetkan total bantuan mencapai 20 tangki air bersih.
“Untuk saat ini totalnya sudah 12 tangki air bersih yang disalurkan. Target kami dalam waktu dekat ini 20 tangki dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah,” ujar Jamhuri.
Menurutnya, kemarau yang melanda Kabupaten Blora menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan, termasuk di Kecamatan Kunduran. Kondisi ini membuat bantuan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.
Melalui gerakan tersebut, Rokhmana ingin memastikan kepedulian para alumni dapat dirasakan oleh masyarakat di desa-desa yang membutuhkan. Ikatan yang terbangun melalui pesantren pun diwujudkan dalam aksi sosial untuk membantu menghadapi kesulitan air bersih.
Rokhmana Kunduran berencana melanjutkan distribusi untuk memenuhi target awal 20 tangki. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Di tengah kemarau, bantuan air bersih menjadi bentuk gotong royong yang diharapkan mampu meringankan beban warga, khususnya di desa-desa Kecamatan Kunduran yang menjadi sasaran penyaluran.