Surabaya, MEMANGGIL.CO - Enam pesilat muda dari Silats Juara, Sidoarjo, Jawa Timur, mencatatkan prestasi di panggung internasional. Berlaga di SSJF CUP 3.0 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–19 Oktober 2026, kontingen Indonesia ini membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu dari sejumlah nomor pertandingan.
Salah satu atlet yang mencuri perhatian ialah Kenzie Dzakwan Raviero Adelard, siswa SMPN 1 Porong. Ia sukses meraih dua medali sekaligus, yakni juara pertama nomor Tunggal Remaja Putra dan juara kedua Solo Kreatif Remaja Putra.
Keberhasilan Kenzie menjadi bagian dari pencapaian kontingen Silats Juara dalam Kejuaraan Silat Kebangsaan dan Jemputan Antarabangsa tersebut. Ajang yang berlangsung di Stadium Titiwangsa itu diikuti sekitar 1.800 pesilat dari berbagai negara, sehingga menjadi kesempatan bagi para atlet muda untuk menguji kemampuan di tengah persaingan internasional.
Pelatih Silats Juara, Rony Hermawanto, mengapresiasi perjuangan anak didiknya yang mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama kejuaraan. Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari latihan konsisten dan kerja keras para atlet.
"Ini adalah buah dari latihan yang konsisten dan kerja keras adik-adik semua. Saya bangga melihat mereka tampil dengan mental juara," ujar Rony, Sabtu (17/10/2026).
Prestasi ganda juga ditorehkan Syifa Dzakiyah Mumtas Wahyudi, siswi SMP Muhammadiyah 5 Tulangan. Ia meraih juara ketiga nomor Tunggal Remaja Putri sekaligus mempersembahkan medali emas dari nomor Beregu Remaja Putri bersama dua rekannya, Allana Syahfiqa Ufaura Azka dan Amoura Adhania Lolitha Supriyono.
Allana merupakan siswi SMPN 3 Waru, sedangkan Amoura berasal dari SMPN 4 Sidoarjo. Kekompakan ketiganya mengantarkan tim Beregu Remaja Putri menempati posisi pertama dan menambah koleksi medali emas kontingen Silats Juara.
Tambahan prestasi datang dari nomor Ganda Putri Remaja. Pasangan Ixchel Blossom Wahyudha dan Silviani Aprillia, yang sama-sama berasal dari SMP Muhammadiyah 5 Tulangan, berhasil meraih juara ketiga.
Rangkaian hasil tersebut menunjukkan kontribusi para atlet Silats Juara di sejumlah nomor pertandingan. Mereka tidak hanya bersaing secara individu, tetapi juga membuktikan kemampuan bekerja sama dalam nomor beregu dan ganda.
Bagi Rony, pencapaian di Kuala Lumpur tidak semata-mata diukur dari jumlah medali. Kejuaraan internasional juga menjadi ruang pembelajaran bagi atlet muda untuk membangun mental bertanding, mengevaluasi kekurangan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
"Medali ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan yang lebih besar. Silats Juara akan terus membina pesilat-pesilat muda agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional," tegasnya.
Pengalaman Amoura menjadi salah satu gambaran bahwa hasil pertandingan tidak selalu berakhir dengan kemenangan di setiap nomor. Meski belum berhasil meraih juara pada nomor tunggal, ia tetap pulang dengan medali emas melalui nomor Beregu Remaja Putri bersama Syifa dan Allana.
Bagi para atlet muda tersebut, pengalaman bertanding di luar negeri juga menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan teknis dan kesiapan mental. Hasil yang diraih di SSJF CUP 3.0 diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih dan menghadapi kejuaraan selanjutnya.
Keberhasilan enam pesilat Silats Juara ini sekaligus menjadi dorongan bagi pembinaan pencak silat usia muda di Sidoarjo. Dengan latihan berkelanjutan, evaluasi hasil pertandingan, dan kesempatan mengikuti kompetisi yang lebih luas, para atlet diharapkan mampu meningkatkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.