Sumedang, MEMANGGIL.CO - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya menjadikan olahraga sebagai sarana mempererat persaudaraan, mengembangkan potensi, serta membangun karakter santri.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Liga Santri Mini Soccer 2026 di Cikandung Soccer Field, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Sebanyak 32 pondok pesantren di Kabupaten Sumedang ambil bagian dalam kompetisi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan tersebut.

Bupati Dony mengapresiasi inisiatif PCNU Sumedang yang terus menghadirkan kegiatan kreatif, bermakna, dan memberikan manfaat nyata bagi para santri maupun masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan Liga Santri Mini Soccer menjadi salah satu indikator berkembangnya kreativitas organisasi dalam mewadahi minat dan potensi generasi muda di lingkungan pesantren.

“Ini menunjukkan bahwa organisasi PCNU semakin hidup dan kreatif. Dari tahun ke tahun, panitia terus menghadirkan kegiatan yang lebih baik dan bermakna, serta sesuai dengan kebutuhan para santri,” ujarnya.

Dony menegaskan, Liga Santri Mini Soccer tidak boleh sekadar menjadi ajang pertandingan untuk memperebutkan kemenangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah atau persaudaraan, mengembangkan bakat olahraga, membudayakan hidup sehat, serta menanamkan nilai sportivitas.

“Pertama, kegiatan ini harus menjadi ajang silaturahmi antarsantri dan memperkuat ikatan persaudaraan. Kedua, menjadi wadah untuk mengembangkan minat dan bakat santri yang memiliki hobi sepak bola. Ketiga, mendorong santri agar gemar bergerak dan berolahraga sehingga tubuh tetap sehat. Keempat, menumbuhkan sportivitas dalam setiap pertandingan,” tegasnya.

Selain mendorong pengembangan bakat, Bupati juga mengingatkan para santri agar senantiasa mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pondok pesantren. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dikuasai, tetapi juga dari kemampuan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan belajar di sekolah dan pesantren, para santri harus mendapatkan ilmu sekaligus keberkahannya. Ilmunya diperoleh, keberkahannya dirasakan, dan yang paling penting, ilmu tersebut diamalkan. Bisa dengan menjadi guru mengaji, memberikan manfaat bagi orang lain, serta menunjukkan akhlak yang baik melalui perilaku sehari-hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengamalan ilmu tidak perlu menunggu seseorang menyelesaikan pendidikan di pesantren atau menuntaskan seluruh proses belajarnya. Setiap ilmu yang telah dipahami hendaknya langsung diterapkan dalam kehidupan.

“Ketika sudah memahami bahwa kita harus bermanfaat bagi orang lain dan berakhlak baik, langsung praktikkan. Ketika memahami pentingnya menjaga kebersihan, langsung lakukan. Jadi, ilmu yang kita pelajari harus memiliki dasar dan landasan teori, kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan Hafas, mengatakan Liga Santri Mini Soccer 2026 diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus menghadirkan kegiatan positif dan menyenangkan bagi para santri.

Ia menjelaskan, kompetisi tersebut merupakan penyelenggaraan perdana yang diperuntukkan bagi santri berusia 17 tahun dari pondok pesantren di Kabupaten Sumedang. Sebanyak 32 pondok pesantren berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ayi, liga ini tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan potensi sepak bola di lingkungan pesantren.

Ia berharap, dari kompetisi tersebut akan lahir pemain-pemain berbakat yang mampu berprestasi dan membawa nama baik pondok pesantren serta Kabupaten Sumedang.

“Pesan utama Liga Santri ini bukan sekadar mencari gol atau memenangkan pertandingan. Yang paling utama adalah memperkuat silaturahmi dan persaudaraan antarsantri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sumedang,” terangnya.

Lebih lanjut, melalui Liga Santri Mini Soccer 2026, peringatan Hari Santri Nasional diharapkan semakin memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang sehat, berprestasi, berakhlak mulia, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat.