Karanganyar, MEMANGGIL.CO - Pengembangan usaha peternakan rakyat menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mendorong penerima bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) agar tidak hanya mengandalkan modal, tetapi juga memperkuat pengelolaan usaha supaya mampu menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.

Dorongan tersebut disampaikan Sumanto saat menyalurkan bantuan permodalan program KUBE kepada masyarakat di Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Bantuan dari Dinas Sosial Jawa Tengah itu diharapkan menjadi penggerak bagi usaha kecil masyarakat, terutama peternakan ayam yang banyak dikembangkan penerima manfaat.

Sumanto menilai, bantuan modal perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola biaya produksi dan menentukan strategi usaha. Menurut dia, peternak harus memperhitungkan pengeluaran operasional, khususnya kebutuhan pakan yang menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam pemeliharaan ayam.

“Pikirannya jangan hanya modal, tetapi sistem. Kalau ayam dan pakannya semua beli, modal bisa habis,” kata Sumanto saat memberikan arahan kepada penerima bantuan.

Ia menjelaskan, pengelolaan usaha yang kurang efisien dapat membuat bantuan permodalan cepat habis sebelum usaha berkembang. Karena itu, penerima manfaat perlu menyusun perencanaan usaha, menghitung kebutuhan produksi, serta mencari alternatif untuk menekan pengeluaran tanpa mengabaikan kualitas pemeliharaan ternak.

Salah satu upaya yang disarankan adalah menanam jagung sendiri untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan. Dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia, peternak diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembelian bahan pakan dan mengendalikan biaya operasional.

Menurut Sumanto, peternakan ayam kampung memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha ekonomi produktif masyarakat. Selain menghasilkan telur, daging ayam kampung juga memiliki pasar tersendiri karena cita rasanya yang diminati konsumen.

Namun, peluang tersebut perlu didukung dengan pemeliharaan yang tepat agar produktivitas ternak terjaga. Peternak juga perlu memperhatikan kebersihan kandang, tata kelola lingkungan, serta perlindungan unggas dari gangguan hewan seperti tikus dan biawak.

Pengetahuan mengenai kesehatan unggas dan pengelolaan peternakan turut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Dengan pengelolaan yang baik, bantuan modal diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan sesaat, tetapi mampu menjadi fondasi bagi pertumbuhan usaha keluarga.

Bantuan Rp20 Juta untuk 10 Orang

Bantuan KUBE yang disalurkan tersebut bernilai Rp20 juta untuk setiap kelompok yang terdiri atas 10 orang. Program Dinas Sosial Jawa Tengah ini dirancang untuk membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif sesuai potensi dan pengalaman yang dimiliki.

Sebagian besar penerima manfaat di Desa Gebyog menjalankan usaha peternakan ayam skala kecil. Selain itu, terdapat warga yang mengembangkan peternakan bebek dan jenis usaha lainnya berdasarkan kemampuan serta peluang ekonomi di lingkungan masing-masing.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial Jawa Tengah, Elliya Chariroh, berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat usaha penerima manfaat.

Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyaluran modal, tetapi juga kesungguhan penerima dalam menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan administrasinya.

Elliya mengingatkan agar penerima bantuan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan usaha, termasuk perubahan harga hasil peternakan. Fluktuasi harga telur, misalnya, dapat memengaruhi pendapatan peternak apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan biaya yang baik.

“Harapannya, meskipun harga telur sedang turun, masyarakat tidak berputus asa. Saya yakin usaha ini bisa berkembang dengan baik dan menjadi percontohan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jenis usaha yang didukung melalui program KUBE disesuaikan dengan pengalaman masyarakat dan potensi wilayah. Selain peternakan unggas, bantuan juga dapat diarahkan untuk usaha peternakan kambing maupun tambak di kawasan pesisir yang memiliki karakteristik ekonomi berbeda.

Program tersebut menyasar masyarakat yang berada dalam kelompok kesejahteraan desil 1–5. Melalui bantuan permodalan dan pendampingan, Dinas Sosial Jawa Tengah berharap penerima manfaat dapat mengembangkan usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat potensi ekonomi lokal.

Pendampingan dan pengawasan juga diperlukan untuk memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukannya. Dengan demikian, program KUBE diharapkan tidak sekadar membantu masyarakat memulai atau melanjutkan usaha, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.