Surabaya, MEMANGGIL.CO - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berkolaborasi dengan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Surabaya meluncurkan tim sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Surabaya 2026, Rabu (21/10/2026).
Peluncuran dilakukan melalui kegiatan ceremonial launching di Kampus Untag Surabaya. Sebanyak 22 pemain akan mewakili Kota Surabaya pada kompetisi POPDA yang akan digelar di Ngawi.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.M., mengatakan dukungan terhadap olahraga pelajar merupakan komitmen kampus dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, dan prestasi.
"Untag Surabaya memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa yang memiliki kecintaan terhadap sepak bola tetap mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensinya, termasuk menekuni olahraga secara profesional, tanpa harus mengesampingkan pendidikan," terang Harjo.
Ia menambahkan, Untag Surabaya memiliki sekitar 30 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang olahraga dan seni dengan prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional, di antaranya panjat tebing, bola voli, hoki, dan panahan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, S.Sn., mengatakan sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk memajukan sepak bola di Surabaya.
"Semangat arek-arek Suroboyo harus terus ditanamkan dalam diri generasi muda. Melalui sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan olahraga, kita berharap sepak bola di Surabaya semakin tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Herry juga menyebut Parade Surabaya Juang pada 1 November mendatang akan mengangkat sosok legendaris sepak bola sebagai inspirasi bagi para atlet.
Ketua Askot PSSI Surabaya, Roky Maghbal, S.Sos., mengatakan para pelajar yang terpilih merupakan pemain yang layak mewakili Surabaya.
"Semangat yang ingin kita bangun melalui kegiatan ini adalah sinergi untuk mencapai prestasi. Para pelajar yang terpilih merupakan pemain dengan kapabilitas dan kualitas yang layak untuk mewakili Surabaya di Ngawi," jelas Roky.
Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., mengatakan pendidikan dan olahraga harus berjalan beriringan bagi atlet pelajar. Untag Surabaya juga memberikan beasiswa bagi atlet berprestasi.
"Atlet pelajar memiliki dua kebutuhan yang sama-sama perlu mendapat dukungan, yaitu kesempatan untuk mengembangkan kemampuan olahraga dan akses terhadap pendidikan yang berkualitas," kata Sumiati.